
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo (kiri) didampingi Wakil Wali Kota Jogja, Wawan Harmawan saat rapat paparan agenda HUT Kota Jogja ke-270 di Balai Kota Jogja, Kamis (13/8/2026). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
JOGJA - Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) 2026 tak lagi sekadar menjadi acara puncak HUT Kota Jogja. Perayaan yang memasuki tahun ke-10 itu dikemas menjadi WJNC Festival selama sepekan, 1-7 Oktober 2026, dengan target memberi dampak lebih luas bagi wisatawan maupun masyarakat lokal.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Jogja Lucia Daning Krisnawati mengatakan konsep tersebut menjadi pembeda WJNC tahun ini. Jika sebelumnya karnaval digelar sebagai acara puncak pada 7 Oktober, kini rangkaian kegiatan diperluas dengan sport tourism, UMKM, serta pentas seni dan budaya.
“WJNC itu selama 10 tahun menjadi puncak HUT Kota Yogyakarta. Tahun ini kami jadikan WJNC Festival dari tanggal 1 sampai 7 Oktober sebagai serangkaian kegiatan,” ujar Daning, Kamis (13/8/2026).
Puncak WJNC 2026 mengusung tema Gana Kalajaya dan mengalami perubahan lokasi. Jika sebelumnya karnaval mengambil rute di kawasan Tugu Jogja, tahun ini rangkaian karnaval akan berlangsung di sepanjang Malioboro dengan pertunjukan utama di Titik Nol Kilometer Jogja.
Kegiatan tersebut juga melibatkan 14 kemantren di Kota Jogja. Masing-masing wilayah nantinya akan mengusung tema tersendiri, sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas dampak perayaan HUT Kota Jogja hingga tingkat wilayah.
Tak hanya melibatkan masyarakat lokal, WJNC 2026 juga akan menghadirkan perwakilan dari sejumlah negara. Pelaksanaan event tersebut turut mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
Dinas Pariwisata berharap WJNC yang telah masuk dalam kalender event Kota Jogja itu tidak berhenti sebagai tontonan. Perhelatan tersebut ditargetkan mampu meningkatkan pergerakan wisatawan, memperpanjang lama tinggal, sekaligus mendorong peningkatan belanja wisatawan selama berada di Jogja.
“Yang paling penting ketika WJNC sudah menjadi calendar of event, harus berdampak untuk memperpanjang lama tinggal wisatawan dan spending money-nya bertambah. Pergerakan wisatawan juga harus lebih banyak,” ujarnya.
Namun, manfaat ekonomi tersebut diharapkan tidak hanya dirasakan pelaku usaha yang berada di pusat kota. Pemkot Jogja ingin masyarakat di berbagai wilayah ikut memperoleh manfaat dari rangkaian HUT Kota Jogja ke-270.
“Jangan sampai Hari Ulang Tahun yang ke-270 itu warga masyarakat lokal Kota Yogyakarta hanya sebagai penonton. Oleh karena itu, kami gerakkan festival di 14 kemantren, termasuk festival UMKM,” katanya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan mengatakan penyelenggaraan HUT Kota Jogja tahun ini memang diarahkan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Pemkot menggandeng BUMD, BUMN, Kamar Dagang dan Industri (Kadin), hingga berbagai organisasi untuk menggelar kegiatan sepanjang Oktober.
Dengan anggaran pemerintah yang terbatas, kolaborasi dinilai menjadi salah satu cara agar rangkaian HUT Kota Jogja tetap dapat berlangsung meriah. Sejumlah agenda dari berbagai pihak akan digabungkan dalam kalender HUT Kota Jogja yang berlangsung sepanjang 1-31 Oktober 2026.
“Dengan anggaran yang terbatas ini, kami justru mengajak kolaborasi instansi, pemerintahan, BUMN maupun Kadin untuk ikut HUT Kota Yogyakarta. Jadi kita mencoba ada kegiatan dalam satu bulan, kegiatannya banyak sekali,” kata Wawan.
Dukungan juga datang dari PT KAI melalui promosi HUT Kota Jogja di perjalanan kereta api. Pemkot berencana memasukkan promosi Kota Jogja dalam video yang ditayangkan di dalam gerbong serta menghias bagian tertentu kereta dengan logo HUT Kota Jogja.
Wawan menyebut rangkaian kegiatan selama Oktober diharapkan mampu menjadi pengungkit ekonomi Kota Jogja. Meski demikian, Pemkot belum menetapkan target jumlah wisatawan yang ingin didatangkan karena konsolidasi agenda baru dimulai.
“Ini baru rapat pertama, baru konsolidasi. Kalau sudah semua tertata dari tanggal 1 sampai 31, mungkin kita sudah bisa menetapkan targetnya berapa,” ujarnya.
Menurut Wawan, Pemkot tidak ingin menetapkan target secara berlebihan hanya demi mengejar angka kunjungan. Ia menekankan ukuran keberhasilan HUT Kota Jogja ke-270 harus konkret dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online







































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539824/original/003583100_1774624130-IMG_6564.JPG.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324850/original/079448900_1755868038-Elkan-Baggott.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4855687/original/012825900_1717681637-20240606IQ_Timnas_Indonesia_vs_Irak__15_.jpg)






:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5215189/original/094397100_1746795977-20250509AA_Persija_Jakarta_vs_Bali_United-8.jpg)