Warga Padukuhan Pangkah Ikuti Skrining Jantung dari Mahasiswa UGM

8 hours ago 4

Warga Padukuhan Pangkah Ikuti Skrining Jantung dari Mahasiswa UGM

Suasana pemeriksaan kesehatan gratis yang dipadukan dengan penyuluhan penyakit jantung bagi warga. Dok KKN PPM UGM

Harianjogja.com, BANTUL—Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Sub Unit 2 Padukuhan Pangkah menggelar pemeriksaan kesehatan gratis yang dipadukan dengan penyuluhan penyakit jantung bagi masyarakat, Minggu (2/8/2026). Program tersebut menjadi upaya meningkatkan kesadaran warga terhadap penyakit jantung sekaligus mendorong deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.

Kegiatan ini merupakan salah satu program unggulan KKN PPM UGM Sub Unit 2 yang dipimpin Fawwaz Pratangga, mahasiswa Program Profesi Dokter UGM yang sedang menjalani stase Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM). Pelaksanaannya dilakukan bersama Program Studi Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular Departemen Ilmu Bedah RSUP Dr. Sardjito.

Libatkan Dokter Spesialis dan Residen RSUP Dr. Sardjito

Dalam kegiatan tersebut, dr. Haryo Aribowo, dokter spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular, hadir sebagai narasumber utama penyuluhan mengenai penyakit jantung.

"Acara hari ini adalah acara cek kesehatan gratis dan penyuluhan penyakit jantung yang merupakan salah satu program dari KKN PPM UGM Sub Unit 2 di Padukuhan Pangkah yang dipimpin oleh saya sendiri, mahasiswa profesi dokter yang sedang stase IKM yang sedang bertugas KKN di Padukuhan Pangkah. Pada kesempatan hari ini kami berkolaborasi dengan Program Studi Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular Departemen Ilmu Bedah RSUP Dr. Sarjito," kata Fawwaz.

Selain dokter spesialis, kegiatan ini juga didukung sekitar 13 dokter residen RSUP Dr. Sardjito serta enam mahasiswa KKN PPM UGM Sub Unit 2 yang bertugas di Padukuhan Pangkah.

Sebanyak 50 warga mengikuti rangkaian penyuluhan yang membahas penyakit jantung koroner dan penyakit jantung bawaan. Materi yang disampaikan mencakup faktor risiko, gejala, penanganan, hingga langkah pencegahan melalui penerapan pola hidup sehat.

Edukasi untuk Meningkatkan Kesadaran Masyarakat

Menurut Fawwaz, penyuluhan tersebut bertujuan agar masyarakat lebih mengenali tanda-tanda penyakit jantung sehingga dapat segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gejala.

"Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat Padukuhan Pangkah terutama terfokus pada penyakit jantung koroner dan penyakit jantung bawaan. Pada kegiatan hari ini dilakukan penyuluhan langsung berupa presentasi oleh dokter dan dihadiri oleh sekitar 50 orang yang diberikan pemaparan mengenai bahaya penyakit jantung, faktor risiko, cara penanggulangannya serta cara pencegahannya melalui penerapan pola hidup sehat," ujarnya.

Ia menambahkan, setiap orang memiliki pola hidup dan kondisi kesehatan yang berbeda. Namun demikian, penyakit jantung memiliki gejala khas yang perlu dikenali sejak dini agar penanganan tidak terlambat.

"Kegiatan ini juga memiliki tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pentingnya mengetahui kondisi diri sendiri karena lifestyle yang berbeda-beda tiap warga dan tentunya gejala tiap orang juga berbeda-beda. Akan tetapi, penyakit jantung memiliki gejala yang khas. Jika memiliki gejala-gejala penyakit jantung seperti yang sudah dipaparkan maupun seperti yang ada di leaflet edukasi yang tim KKN buat, masyarakat bisa segera datang dan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mencegah kondisi yang lebih buruk sehingga bisa segera ditangani oleh tenaga medis," katanya.

Pemeriksaan Kesehatan Dilengkapi Rekam Jantung

Selain memperoleh edukasi, peserta juga menjalani pemeriksaan kesehatan secara bertahap. Pemeriksaan diawali dengan anamnesis dan pengecekan saturasi oksigen, kemudian dilanjutkan dengan pengukuran tekanan darah, pemeriksaan gula darah sewaktu, hingga pemeriksaan rekam jantung menggunakan elektrokardiogram (EKG) yang dibawa langsung ke lokasi kegiatan.

Warga juga mendapatkan kesempatan berkonsultasi dengan dokter umum maupun dokter spesialis sehingga hasil pemeriksaan dapat langsung dijelaskan, termasuk tindak lanjut apabila ditemukan indikasi gangguan kesehatan.

Seluruh peserta mengikuti seluruh rangkaian pemeriksaan. Kegiatan tersebut didukung sekitar 20 panitia, terdiri atas 14 tenaga dari Program Studi Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular RSUP Dr. Sardjito, termasuk seorang dokter spesialis konsultan bedah jantung, serta enam mahasiswa KKN UGM.

Bagikan 70 Bibit Pohon untuk Penghijauan

Usai pemeriksaan kesehatan, tim KKN PPM UGM juga menggelar aksi penghijauan bekerja sama dengan Balai Perbenihan Tanaman Hutan Wilayah III Kementerian Kehutanan.

Sebanyak 70 bibit pohon dibagikan kepada warga. Bibit tersebut terdiri atas pohon nangka, kluwih, salam, dan kemiri sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan di Padukuhan Pangkah.

Menurut Fawwaz, pembagian bibit diharapkan tidak hanya menjadi kenang-kenangan dari kegiatan KKN, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat melalui gerakan satu rumah satu pohon.

"Setelah dilakukan cek kesehatan gratis dan penyuluhan, kami juga membagikan kurang lebih 70 bibit pohon, di antaranya nangka, kluwih, salam, dan kemiri. Tujuannya untuk menghijaukan lingkungan di Padukuhan Pangkah, memberikan manfaat bagi masyarakat, sekaligus menjadi kenang-kenangan dan aksi nyata agar masyarakat semakin peduli terhadap pelestarian lingkungan melalui gerakan satu rumah satu pohon," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |