Warga Cokrodiningratan Jogja Belajar Bikin Keripik Lele Bernilai Jual

2 hours ago 3

Warga Cokrodiningratan Jogja Belajar Bikin Keripik Lele Bernilai Jual

Warga Kelurahan Cokrodiningratan mengikuti pelatihan pembuatan kripik lele di Kelurahan Cokrodiningratan pada awal September 2026. /Dok-Kelurahan Cokrodiningratan.

Harianjogja.com, JOGJA— Kelurahan Cokrodiningratan, Kemantren Jetis, Kota Jogja mendorong warga mengembangkan potensi usaha rumahan melalui pelatihan pembuatan keripik lele. Kegiatan ini membekali masyarakat dengan keterampilan mengolah bahan pangan menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Cokrodiningratan, Martha Fahmirrianti Asriningtyas, mengatakan lele merupakan salah satu bahan makanan yang masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk jadi.

Atas dasar itu, Kelurahan Cokrodiningratan menggelar pelatihan pengolahan lele menjadi keripik. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan keterampilan sekaligus kreativitas masyarakat.

“Dalam pelatihan, warga mendapatkan pengetahuan mengenai tahapan pembuatan keripik berbahan dasar lele,” katanya, Rabu (23/9/2026).

Martha menuturkan materi pelatihan mencakup sejumlah tahapan, mulai dari persiapan bahan, pengolahan, pemberian bumbu, hingga teknik penggorengan. Teknik tersebut diperlukan agar keripik yang dihasilkan memiliki tekstur renyah dan cita rasa yang menarik.

“Peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga mengikuti praktik secara langsung,” katanya.

Dengan praktik tersebut, warga diharapkan dapat memahami setiap tahapan pengolahan sekaligus mengetahui teknik yang tepat untuk menghasilkan keripik lele.

Menurut Martha, pemanfaatan lele sebagai bahan baku keripik menjadi salah satu alternatif inovasi dalam pengolahan pangan. Produk olahan tersebut juga diharapkan dapat dikembangkan menjadi usaha rumahan dengan dukungan kreativitas serta pengemasan yang menarik.

“Dengan kreativitas dan pengemasan yang baik, produk olahan tersebut berpotensi memiliki nilai jual lebih tinggi sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha secara mandiri,” katanya.

Ia mengatakan keterampilan dalam pengolahan pangan perlu terus dikembangkan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya berperan sebagai konsumen, tetapi juga mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.

Pelatihan pembuatan keripik lele tersebut berlangsung secara interaktif dan mendapat antusiasme peserta. Warga diberi kesempatan mempraktikkan secara langsung proses pembuatan keripik lele sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat lebih mudah diterapkan.

Martha berharap keterampilan yang diperoleh warga tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Warga didorong untuk mengembangkan produk secara berkelanjutan sehingga kegiatan tersebut dapat menjadi aktivitas produktif sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan.

“Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong kemandirian, kreativitas, serta peningkatan potensi ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan bahan pangan lokal,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |