Newswire Rabu, 23 September 2026 13:57 WIB

Ilustrasi skrining penyakit ginjal. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA— Gangguan prostat menjadi salah satu masalah kesehatan yang dapat dialami pria seiring bertambahnya usia. Dokter Spesialis Urologi Subspesialis Onkologi dr. Andar R. Siregar, Sp. U, Subsp. Onk. (K) menyebut ada tiga jenis gangguan prostat yang sering ditemukan pada pria.
Andar yang merupakan lulusan Universitas Indonesia mengatakan gangguan prostat merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum dialami pria, terutama ketika usia bertambah. Jika tidak diperhatikan, kondisi tersebut dapat mengganggu kualitas hidup pengidapnya.
Dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (23/9/2026), Andar menjelaskan gangguan prostat pertama adalah Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) atau pembesaran prostat jinak.
BPH merupakan kondisi ketika kelenjar prostat mengalami pembesaran yang bukan disebabkan oleh kanker.
"Kondisi ini merupakan salah satu gangguan prostat yang umum terjadi pada pria usia lanjut. BPH dapat mempengaruhi sekitar 50 persen pria pada usia 60-an dan hingga 90 persen pria berusia di atas 80 tahun," kata Andar.
Ketika prostat semakin membesar, jaringan tersebut dapat menekan uretra sehingga aliran urine menjadi tersumbat atau lebih sulit keluar. Kondisi ini dapat menimbulkan sejumlah keluhan, seperti sulit memulai buang air kecil, pancaran urine melemah, harus mengejan saat buang air kecil, serta lebih sering buang air kecil.
Penderita BPH juga dapat lebih sering terbangun pada malam hari untuk buang air kecil dan merasa urine belum keluar seluruhnya.
Keluhan tersebut termasuk dalam Lower Urinary Tract Symptoms (LUTS) atau gejala saluran kemih bagian bawah. Meski pada awalnya dapat terasa ringan, keluhan yang berlangsung terus-menerus bisa mengganggu kualitas tidur, aktivitas sehari-hari, hingga kualitas hidup.
"Oleh karena itu, keluhan buang air kecil yang menetap sebaiknya tidak diabaikan," kata Andar.
Menurut dia, BPH dapat dipicu sejumlah faktor, antara lain usia, riwayat keluarga, faktor genetik, gaya hidup, maupun adanya penyakit penyerta atau komorbid.
Prostatitis Lebih Sering pada Pria Muda
Gangguan prostat kedua yang disebut Andar adalah prostatitis. Kondisi ini merupakan peradangan atau pembengkakan pada prostat yang sering kali disebabkan oleh infeksi bakteri dan dapat menimbulkan rasa nyeri.
Andar menjelaskan prostatitis memiliki karakteristik yang berbeda dengan BPH yang umumnya terjadi pada pria berusia lanjut. Prostatitis lebih sering ditemukan pada pria usia muda atau usia paruh baya.
"Karena penyebab dan karakteristiknya berbeda dengan BPH, penanganannya pun perlu disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya," ujar dia.
Kanker Prostat Bisa Tanpa Gejala Awal
Gangguan prostat ketiga adalah kanker prostat. Kondisi tersebut merupakan pertumbuhan sel ganas yang berasal dari jaringan prostat dan juga kerap ditemukan pada pria usia lanjut.
Kanker prostat tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Bahkan, ketika gejala mulai muncul, keluhan yang dirasakan dapat menyerupai gangguan saluran kemih akibat BPH.
Karena itu, Andar menekankan pentingnya deteksi dini dan pemeriksaan yang tepat untuk menegakkan diagnosis.
Mengenal Fungsi Prostat
Prostat merupakan kelenjar berukuran kurang lebih sebesar kacang kenari yang menjadi bagian penting dari sistem reproduksi pria. Kelenjar tersebut terletak tepat di bawah kandung kemih dan mengelilingi uretra, yakni saluran yang membawa urine keluar dari tubuh.
Salah satu fungsi utama prostat adalah menghasilkan cairan semen yang membantu memberi nutrisi dan membawa sperma.
Seiring pertambahan usia dan pengaruh hormon testosteron, ukuran prostat secara alami dapat terus membesar. Pembesaran prostat tersebut dapat menekan uretra dan menyebabkan berbagai gangguan saat buang air kecil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































