Harianjogja.com, JAKARTA—Seluruh visa petugas haji Indonesia untuk penyelenggaraan ibadah haji 2026 dipastikan telah terbit setelah sempat mengalami kendala administrasi. Kepastian ini membuka jalan bagi keberangkatan petugas gelombang awal yang dijadwalkan mulai berlangsung.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menjelaskan kendala visa merupakan hal yang kerap terjadi setiap tahun karena adanya proses verifikasi dari otoritas Arab Saudi.
“Biasanya mereka ada proses screening, ada masalah administrasi dan sebagainya,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Sebelumnya, seluruh visa petugas sempat terbit. Namun menjelang keberangkatan gelombang pertama, sekitar 40 visa petugas—sebagian besar dari tim Media Center Haji—kembali dibatalkan karena persoalan administrasi sektoral.
Pembatalan tersebut berkaitan dengan permintaan verifikasi ulang dari Kementerian Informasi Arab Saudi terhadap data para petugas.
“Setelah keluar visanya kemudian ter-cancel karena ada masalah administrasi sektoral,” kata Dahnil.
Keberangkatan Petugas Dimulai
Permasalahan tersebut kini telah diselesaikan. Seluruh visa yang sempat terkendala dipastikan sudah kembali terbit sehingga petugas dapat berangkat sesuai jadwal.
“Tapi per tadi malam 40 itu sudah tuntas, jadi teman-teman wartawan yang mau berangkat jangan khawatir,” ujar Dahnil.
Sekitar 400 petugas haji dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci mulai Jumat sebagai tim pendahulu. Mereka akan memastikan kesiapan layanan bagi jamaah.
Petugas yang diberangkatkan terdiri dari tim yang bertugas di Daerah Kerja Madinah dan Bandara. Sementara itu, jamaah calon haji kloter pertama dijadwalkan mulai berangkat pada 22 April 2026.
Kementerian menegaskan bahwa kendala visa seperti ini bukan hal baru dalam penyelenggaraan haji. Proses verifikasi berlapis dari otoritas Arab Saudi kerap memunculkan penyesuaian data di tahap akhir.
Namun pemerintah memastikan seluruh hambatan telah ditangani sehingga tidak mengganggu jadwal pemberangkatan maupun layanan bagi jamaah haji Indonesia tahun ini.
Sebagai bagian dari tahapan penyelenggaraan ibadah haji, pemerintah juga terus mematangkan kesiapan layanan di Arab Saudi, termasuk akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga layanan kesehatan bagi jamaah.
Petugas yang berangkat lebih awal akan bertugas memastikan seluruh fasilitas tersebut siap digunakan sebelum kedatangan jamaah, sehingga proses ibadah dapat berjalan lancar sesuai standar pelayanan yang telah ditetapkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara


















































