Viral Dugaan Perundungan Siswa MTs di Pati, Sekolah Bantah Bullying

8 hours ago 4

Viral Dugaan Perundungan Siswa MTs di Pati, Sekolah Bantah Bullying

Ilustrasi perundungan./Pixabay-Wokandapix

Harianjogja.com, PATI—Kasus yang menimpa seorang siswa madrasah tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menjadi perhatian publik setelah video yang menarasikan dugaan perundungan viral di media sosial. Dalam unggahan tersebut disebutkan seorang siswa berinisial AF, 13 tahun, mengalami putus dua jari setelah diduga terjepit pagar sekolah. Namun, pihak sekolah membantah adanya unsur perundungan dan menyatakan insiden itu merupakan kecelakaan.

Unggahan mengenai peristiwa tersebut beredar luas melalui akun Instagram @patihits. Hingga berita ini ditulis, video tersebut telah memperoleh ribuan tanda suka dan ratusan komentar dari warganet.

Dalam narasi unggahan itu tertulis, "Korban buliying Di salah satu Sekolah MTs di Pati,".

Kemenag Pati Tunggu Hasil Penyelidikan Polisi

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pati, Ahmad Syaikhu, mengaku prihatin atas peristiwa yang menimpa siswa tersebut. Namun, ia belum bersedia memberikan penjelasan lebih jauh karena kasusnya masih ditangani Polresta Pati.

"Saat ini kami belum bisa memberikan pernyataan apa-apa. Karena kasus ini masih ditangani oleh Polresta Pati," kata Ahmad, Minggu (2/8/2026).

Menurut Ahmad, Kemenag Pati memilih menunggu hasil penyelidikan agar tidak mengganggu proses hukum yang sedang berjalan. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan sekolah untuk memperoleh informasi terkait insiden tersebut.

"Saya khawatir jika memberikan pernyataan, justru akan berbenturan dengan hasil proses hukumnya. Jadi mohon maaf, saat ini kami belum bisa memberikan verifikasi ataupun pernyataan apa pun,” ucapnya.

Sekolah Tegaskan Tidak Ada Unsur Perundungan

Kepala MTs di Kecamatan Margorejo, Syafi'i, membantah bahwa insiden yang dialami AF merupakan kasus perundungan. Menurutnya, peristiwa tersebut murni kecelakaan yang terjadi ketika jam istirahat sekolah.

"Sebetulnya adalah murni insiden atau kecelakaan. Tidak ada unsur kesengajaan atau pembulian," klaim Syafi'i.

Ia menjelaskan, sebelum kegiatan belajar dimulai, sejumlah siswa bermain di sekitar pagar sekolah. Saat itulah korban diduga memanjat pagar hingga tangannya terjepit.

"Anak-anak belum masuk ke kelas, sementara ada anak-anak main. Terjadilah itu yang main naik-naik pagar terus tangannya kejepit," sambungnya.

Sekolah Klaim Langsung Beri Pertolongan

Syafi'i menduga insiden terjadi saat korban hendak naik atau turun dari pagar. Setelah mengetahui kejadian tersebut, pihak sekolah bersama guru dan saksi yang berada di lokasi langsung memberikan pertolongan pertama.

"Entah pas turun atau pas naik, karena naiknya dari utara. Dia terjatuhnya berada di selatan dan penolong itu saya bersama Pak Ari dan kedua saksi itu. Sampai sana kami langsung tangani," imbuhnya.

Pihak sekolah juga berupaya menghubungi orang tua korban. Namun karena panggilan telepon tidak mendapat respons, dua guru kemudian diminta mendatangi rumah korban untuk menyampaikan informasi mengenai kejadian tersebut. Berdasarkan informasi yang diterima sekolah, orang tua korban baru kembali ke rumah pada Kamis sore.

Polisi Masih Selidiki Penyebab Insiden

Hingga berita ini diterbitkan, Polresta Pati masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab insiden yang mengakibatkan korban mengalami putus dua jari tersebut.

Sementara itu, Kemenag Pati menegaskan akan menunggu hasil resmi penyelidikan kepolisian sebelum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kasus tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Espos

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |