CEO Campus League Ryan Gozali bersama Rektor Universitas Islam Indonesia, Fathul Wahid jsai penandatanganan kerjasama di UII, Kamis (7/5 - 2026).ist
Harianjogja.com, JOGJA —CEO Campus League Ryan Gozali bersama Rektor Universitas Islam Indonesia, Fathul Wahid, menegaskan komitmen membangun ekosistem olahraga kampus yang berkelanjutan. Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga pembinaan karakter, mentalitas, dan kepedulian sosial mahasiswa.
Kesepakatan tersebut ditandai melalui penandatanganan kerja sama di Jogja, yang menjadi langkah awal menghadirkan wadah permanen bagi pengembangan mahasiswa, baik sebagai atlet maupun individu berintegritas.
Menuju Stadion Kampus dan Sistem Home-Away
Ryan Gozali menjelaskan, kerja sama akan dilakukan bertahap. Pada fase awal, UII akan membentuk tim olahraga resmi untuk berkompetisi di Campus League.
Tahap berikutnya lebih ambisius, yakni pembangunan stadion berstandar Campus League yang dirancang sebagai pusat pembinaan olahraga mahasiswa. Stadion tersebut akan bersifat multi-cabang, dengan futsal sebagai fokus utama.
“Ke depan, format kompetisi akan berubah dari sistem seri menjadi home and away. Artinya, setiap kampus perlu memiliki home ground sendiri,” jelas Ryan.
Perubahan ini dinilai penting untuk memperkuat identitas tim sekaligus meningkatkan atmosfer pertandingan di lingkungan kampus.
Format Kompetisi Lebih Kompetitif
Selain itu, Campus League juga menargetkan penerapan sistem round robin, di mana setiap tim akan saling bertemu dalam satu grup. Targetnya, sistem ini dapat berjalan penuh dalam empat tahun ke depan.
Menurut Ryan, perubahan format juga akan berdampak pada kualitas permainan. Jika sebelumnya kompetisi digelar padat selama 7–10 hari, ke depan pertandingan akan dijadwalkan setiap pekan.
“Dengan jadwal mingguan, tim punya waktu untuk recovery, evaluasi, dan strategi. Ini akan meningkatkan kualitas kompetisi,” katanya.
Tak hanya pemain, supporter juga diuntungkan karena tidak perlu hadir setiap hari. Dukungan mahasiswa diharapkan tumbuh menjadi budaya kampus yang berkelanjutan.
Tekankan “Student Athlete Plus”
Rektor UII, Fathul Wahid, menambahkan bahwa olahraga kampus harus memiliki dimensi akademik dan sosial. Ia menekankan pentingnya mencetak mahasiswa dengan konsep “student athlete plus”.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut berprestasi di bidang olahraga, tetapi juga memiliki empati dan kepedulian sosial.
“Kita ingin melahirkan mahasiswa yang sportif, taat aturan, dan menjunjung kejujuran,” ujarnya.
Ia juga menilai pembinaan olahraga secara konsisten akan melahirkan talenta unggul, bukan sekadar prestasi instan.
Jogja Jadi Pusat Pertumbuhan
Penyelenggaraan Campus League cabang bola basket di Jogja sejak akhir April hingga awal Mei 2026 menjadi momentum penting. Meski tim lokal belum meraih juara, hal tersebut dinilai sebagai pijakan awal untuk peningkatan kualitas ke depan.
Ryan menyebut, ke depan wilayah Jogja akan dipisahkan dari Semarang agar kompetisi lebih merata dan memberi peluang lebih besar bagi kampus-kampus di DIY.
Bangun Sportivitas dan Integritas
Fathul Wahid juga menyoroti pentingnya sportivitas dalam kompetisi. Ia menegaskan bahwa nilai sportivitas harus menjadi fondasi utama, baik dalam olahraga maupun kehidupan sosial.
“Yang menang tidak jumawa, yang kalah tidak terpuruk. Itu sportivitas sejati,” katanya.
Kolaborasi antara Campus League dan UII ini diharapkan menjadi model pengembangan olahraga kampus di Indonesia, dengan Jogja sebagai salah satu pusat pertumbuhan.
Kerja sama ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang membangun generasi mahasiswa yang berkarakter, berintegritas, dan siap menjadi teladan di masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































