Degradasi Tak Bikin Patah Arang, Semen Padang Perang Lawan Persik

3 hours ago 2

Degradasi Tak Bikin Patah Arang, Semen Padang Perang Lawan Persik Logo BRI Super League. / Ist

Harianjogja.com, JOGJA— Semen Padang menghadapi situasi sulit menjelang laga pekan ke-32 Super League melawan Persik Kediri pada Jumat (8/5/2026) sore. Tim berjuluk Kabau Sirah itu sudah dipastikan terdegradasi ke kasta kedua, membuat pertandingan kandang kali ini terasa emosional bagi pemain maupun suporter yang tetap setia mendukung sepanjang musim.

Bagi masyarakat Padang, pertandingan ini bukan lagi soal mengejar posisi klasemen. Laga melawan Persik Kediri berubah menjadi pertaruhan harga diri setelah performa Semen Padang terus merosot dalam beberapa pekan terakhir.

Pelatih Semen Padang, Imran Nahumarury, kini dihadapkan pada tantangan menjaga mental pemain yang sudah kehilangan target kompetitif. Semen Padang terpuruk di peringkat ke-17 klasemen sementara dengan koleksi 20 poin dari 31 pertandingan.

Situasi semakin berat karena Kabau Sirah datang ke laga ini dengan catatan enam kekalahan beruntun. Dalam dua pertandingan terakhir, mereka kalah tipis 1-0 dari Dewa United dan Madura United.

Sebelumnya, Semen Padang juga gagal meraih poin saat menghadapi Borneo FC, Persijap Jepara, Persis Solo, dan Persib Bandung. Buruknya produktivitas lini depan menjadi persoalan utama yang belum mampu diatasi hingga akhir musim.

Rentetan hasil negatif tersebut membuat atmosfer di internal tim ikut tertekan. Namun bermain di hadapan pendukung sendiri untuk terakhir kalinya di kasta tertinggi musim ini diperkirakan menjadi motivasi tambahan bagi para pemain Semen Padang.

Di sisi lain, Persik Kediri datang dengan situasi berbeda. Tim asuhan Marcos Reina Torres sedang menikmati peningkatan performa setelah meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Arema FC pada pertandingan terakhir.

Hasil tersebut menjadi suntikan moral penting bagi Macan Putih setelah sebelumnya sempat menelan kekalahan beruntun dari PSM Makassar dan Borneo FC.

Saat ini Persik Kediri berada di posisi ke-12 klasemen sementara dengan raihan 36 poin dari 31 pertandingan. Kebangkitan lini serang Persik diprediksi menjadi ancaman serius bagi pertahanan Semen Padang yang rapuh sepanjang musim.

Persik Kediri juga dinilai lebih unggul dari sisi kedalaman skuad dan stabilitas permainan. Jika mampu menguasai lini tengah seperti saat menghadapi Arema FC, peluang membawa pulang tiga poin dari Padang terbuka lebar.

Meski demikian, Semen Padang diperkirakan tetap berbahaya karena bermain tanpa tekanan. Tim yang sudah dipastikan degradasi kerap tampil lebih lepas karena tidak lagi dibebani target poin maupun posisi klasemen.

Pertarungan lini tengah diprediksi menjadi penentu jalannya pertandingan. Semen Padang membutuhkan cara untuk memutus kebuntuan serangan, sementara Persik Kediri ingin menjaga momentum positif demi memperbaiki posisi di papan tengah klasemen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |