
Sesi penutupan Program Pengabdian Masyarakat Universitas Islam Indonesia (UII) melalui pendampingan ibu-ibu pengajian Masjid Nurul Islam Klitren Lor, Gondokusuman, Kota Jogja./ Ist
JOGJA—Upaya memperkuat literasi dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dilakukan Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Islam Indonesia (UII) melalui pendampingan ibu-ibu pengajian Masjid Nurul Islam Klitren Lor, Gondokusuman, Kota Jogja.
Program bertajuk “Penguatan Pemahaman dan Pengamalan Nilai-Nilai Al-Qur’an bagi Ibu-Ibu Pengajian di Masjid Nurul Islam Klitren Lor, Gondokusuman, Yogyakarta” tersebut tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca Al-Qur’an. Tim pengabdi juga mendorong agar pemahaman terhadap nilai-nilai keagamaan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Program tersebut berangkat dari tingginya semangat belajar agama di kalangan ibu-ibu pengajian Klitren Lor. Rangkaian pengabdian masyarakat UII dilaksanakan secara intensif melalui 12 sesi pertemuan.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sosialisasi untuk menyamakan komitmen antara tim pengabdi, pengurus takmir, dan warga. Selanjutnya, peserta mengikuti empat sesi kajian tematik yang diselenggarakan secara rutin setiap Jumat malam.
Materi diberikan secara bertahap dengan cakupan yang luas, mulai dari kehidupan individu, keluarga, masyarakat, hingga kehidupan bernegara. Pendekatan tersebut membuat pembelajaran tidak berhenti pada pemahaman teori. Setiap materi kemudian diterjemahkan ke dalam aktivitas yang dapat dilakukan jamaah dalam kehidupan sehari-hari.
Pada tema individu, misalnya, peserta diajak menjalankan gerakan “Satu Ayat, Satu Perbaikan Diri”. Sementara pada ranah keluarga, diperkenalkan “Gerakan 10 Menit Al-Qur’an di Rumah” untuk mendorong interaksi anggota keluarga melalui kegiatan membaca Al-Qur’an.
Pada tingkat masyarakat, peserta mendapatkan praktik “Aksi Adab Bertetangga” serta “Aksi Adab Bertetangga dan Jamaah Peduli”. Adapun tema kehidupan bernegara diwujudkan melalui “Latihan Musyawarah dan Tanggung Jawab Warga” untuk mengasah kepedulian sosial masyarakat di lingkungan perkotaan.
Selain kajian tematik, program juga memberikan pendampingan teknis membaca Iqra jilid 1–3 sebanyak enam kali. Pendampingan dilaksanakan secara berkala setiap selepas Magrib.
Untuk menyesuaikan dengan kemampuan masing-masing peserta, tim menerapkan pendekatan individu dan pengelompokan berdasarkan tingkat kemampuan atau ability grouping. Pola tersebut memungkinkan peserta mendapatkan pendampingan sesuai dengan kebutuhan belajar masing-masing.
Kartu kontrol membaca juga digunakan untuk membantu jamaah memantau perkembangan kemampuan mereka. Melalui kartu tersebut, peserta dapat mengikuti perkembangan kelancaran membaca sekaligus ketepatan makharijul huruf dari minggu ke minggu.
Penanggung jawab program, Dewi Masitoh, yang merupakan Dosen Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Budaya (FISB) UII, mengatakan program tersebut dirancang agar jamaah dapat meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
“Selama dua bulan terakhir, kami melihat antusiasme jamaah yang luar biasa. Program ini tidak hanya sekadar mengajarkan membaca Al-Qur’an, tetapi juga bagaimana pesan-pesan Al-Qur’an berhasil diinternalisasikan atau dipraktikkan langsung oleh warga ke dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari skala individu, keluarga, hingga kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” ujar Dewi.
Antusiasme peserta juga terlihat dari pengalaman salah satu jamaah. Rukini mengaku mengalami perkembangan dalam kemampuan membaca Al-Qur’an setelah mengikuti program pendampingan tersebut.
“Terima kasih sekali atas adanya program pembelajaran Al-Qur’an ini. Awalnya saya dari Iqra nol, karena dengan adanya program ini, sekarang saya bisa membaca panjang dan pendeknya. Kemudian, pesannya, besok seandainya kalau ada program dari UII lagi, kami siap menerimanya. Materi dan kajian yang disampaikan juga bisa menambah wawasan dalam keluarga maupun masyarakat,” tutur Rukini.
Seluruh rangkaian program pengabdian masyarakat tersebut kemudian ditutup melalui sesi evaluasi dan perumusan Rencana Tindak Lanjut (RTL) bersama pengurus pengajian Masjid Nurul Islam Klitren Lor, Gondokusuman, Jogja.
Kegiatan penutupan berlangsung pada Jumat (7/8/2026) dan dihadiri sekitar 20 peserta. Dalam sesi tersebut, perkembangan belajar jamaah direkap sekaligus dilakukan pembahasan mengenai tindak lanjut setelah seluruh pendampingan selesai.
Program literasi Al-Qur’an tersebut mendapatkan dukungan penuh dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) UII. Pelaksanaan program berlangsung sepanjang Juli hingga Agustus 2026.
Dukungan juga diberikan Ketua Takmir Masjid Nurul Islam Klitren Lor selaku mitra kerja sama, terutama dalam penyediaan fasilitas dan dukungan operasional selama kegiatan berlangsung.
Melalui program tersebut, penguatan literasi Al-Qur’an ditempatkan tidak hanya sebagai upaya meningkatkan kemampuan membaca, tetapi juga sebagai proses membangun kebiasaan dan perilaku yang bersumber dari nilai-nilai Al-Qur’an dalam lingkup individu, keluarga, masyarakat, hingga kehidupan bernegara.
Catatan Foto: Sesi penutupan Program Pengabdian Masyarakat Universitas Islam Indonesia (UII) melalui pendampingan ibu-ibu pengajian Masjid Nurul Islam Klitren Lor, Gondokusuman, Kota Jogja. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

















































