
Produser, sutradara, dan pemain film Empat Musim Pertiwi saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (9/9/2026)/Bisnis-Chelsea\r\n\r\n
Bisnis.com, JAKARTA— Lanskap Bromo menjadi bagian penting dalam perjalanan film Empat Musim Pertiwi karya sutradara Kamila Andini menuju panggung festival film internasional. Film tersebut akan menjalani world premiere dalam program Centrepiece Toronto International Film Festival (TIFF) 2026 di Toronto, Kanada.
Bromo bukan sekadar latar yang hadir dalam film tersebut. Kawasan yang menjadi salah satu destinasi favorit keluarga Kamila Andini itu justru menjadi titik awal lahirnya ide Empat Musim Pertiwi.
Kamila pertama kali menulis ide film tersebut pada 2017 ketika berada di Bromo. Lanskap kawasan tersebut kemudian memberinya gagasan mengenai tekstur empat musim dalam satu bentang alam, meskipun Indonesia tidak memiliki empat musim.
Gagasan visual itu selanjutnya berkembang menjadi cerita mengenai berbagai fase kehidupan perempuan.
"Secara visual, tempat itu sangat menarik bagi saya karena saya melihat seperti ada tekstur empat musim dalam satu bentang alam, meskipun Indonesia tidak memiliki empat musim," kata Kamila saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (9/9/2026).
Empat Musim Pertiwi Tembus TIFF 2026
Kamila mengaku senang Empat Musim Pertiwi berhasil lolos kurasi Toronto International Film Festival (TIFF) 2026.
Keikutsertaan tersebut sekaligus mengulang pencapaian film sebelumnya, Yuni, yang juga menjalani world premiere di TIFF pada 12 September 2021.
Bagi Kamila, kesempatan kembali membawa karya ke Toronto memiliki arti tersendiri. TIFF merupakan salah satu festival film terbesar di dunia.
Pada 2026, sebanyak 293 film dari berbagai negara dijadwalkan diputar dalam festival tersebut, termasuk sejumlah karya besar.
Bagi film Indonesia, keikutsertaan dalam festival internasional juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan karya kepada penonton yang lebih luas.
Kamila berharap Empat Musim Pertiwi dapat menjangkau lebih banyak audiens sekaligus membuka peluang baru dalam perjalanan kreatif film tersebut.
Tak hanya Toronto, Empat Musim Pertiwi juga akan hadir dalam Busan International Film Festival (BIFF) di Korea Selatan dan Tokyo International Film Festival.
Kisah Perempuan yang Pulang Setelah 20 Tahun
Empat Musim Pertiwi membawa cerita tentang Pertiwi, perempuan yang diperankan Putri Marino, yang memutuskan kembali ke kampung halamannya setelah 20 tahun.
Namun, kepulangannya tidak serta-merta disambut baik.
Warga maupun keluarga Pertiwi tidak memberikan sambutan atas kedatangannya. Hanya Mak Ira yang diperankan Christine Hakim dan Bisma yang diperankan Arya Saloka yang menerima kepulangannya.
Kembali ke kampung halaman membuat Pertiwi harus berhadapan dengan masa lalu yang selama ini membayangi kehidupannya.
Masa lalu tersebut berkaitan dengan pengalaman yang pernah membawanya ke penjara.
Kali ini, Pertiwi tidak memilih untuk menghindar. Ia justru berusaha menghadapi luka dan berbagai persoalan yang selama ini membayangi hidupnya.
Perjalanan tersebut perlahan membawanya menemukan jalan untuk bangkit dan kembali menuju cahaya.
Cerita Pertiwi menjadi inti perjalanan film yang sejak gagasannya pertama kali ditulis di Bromo pada 2017 tersebut.
Dibintangi Putri Marino hingga Christine Hakim
Empat Musim Pertiwi merupakan film produksi Forka Films.
Selain Putri Marino, Christine Hakim, dan Arya Saloka, film tersebut turut menghadirkan Hana Pitrashata Malasan, Iswadi Pratama, Hargi Sundari, Nagra Kautsar Pakusadewo, Totos Rasiti, Shofia Shireen, dan Cut Mini.
Kamila Andini tidak hanya duduk sebagai sutradara. Ia juga menulis film tersebut, sementara posisi produser dipercayakan kepada Ifa Isfansyah.
Dengan perjalanan yang dimulai dari gagasan di Bromo pada 2017, Empat Musim Pertiwi kini memasuki tahapan penting melalui pemutaran perdana dunia di Toronto.
Film tersebut dijadwalkan menjalani world premiere di program Centrepiece TIFF 2026 sebelum melanjutkan perjalanan ke sejumlah festival film internasional, termasuk Busan International Film Festival dan Tokyo International Film Festival.
Setelah menjalani rangkaian festival tersebut, Empat Musim Pertiwi dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 8 Oktober 2026.
Kehadiran film Kamila Andini di sejumlah festival internasional itu sekaligus membawa kisah Pertiwi dan lanskap yang menjadi sumber inspirasi awalnya ke hadapan penonton dari berbagai negara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com

















































