Tanpa Disadari Kebiasaan Ini Bisa Ganggu Pernapasan

5 hours ago 4

Tanpa Disadari Kebiasaan Ini Bisa Ganggu Pernapasan Ilustrasi gambar saluran pernapasan. / Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Kebiasaan bernapas melalui mulut yang sering dianggap sepele ternyata dapat berdampak pada kesehatan jika berlangsung dalam jangka panjang. Kondisi ini membuat sistem perlindungan alami tubuh tidak bekerja optimal saat udara masuk ke paru-paru.

Dikutip dari Times of India, Asisten Profesor di SDM Institute of Ayurveda and Hospital, Samhita Ullod, Jumat (17/4/2026) menjelaskan bahwa hidung memiliki peran penting sebagai penyaring sekaligus pengatur udara sebelum masuk ke sistem pernapasan.

Peran Hidung yang Sering Diabaikan

Hidung berfungsi menghangatkan dan melembapkan udara, sekaligus menyaring debu serta mikroba. Proses ini membantu mencegah partikel berbahaya masuk ke saluran pernapasan.

Namun, ketika seseorang terbiasa bernapas melalui mulut, seluruh mekanisme tersebut dilewati. Akibatnya, udara yang masuk menjadi lebih dingin, kering, dan kurang bersih.

Dampak pada Saluran Pernapasan

Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menyebabkan iritasi pada saluran napas dan membuat sistem pernapasan bekerja lebih berat.

Selain itu, bernapas melalui mulut juga dinilai kurang efisien dalam pertukaran oksigen. Tubuh harus bekerja lebih keras, tetapi tidak mendapatkan manfaat optimal dari oksigen yang masuk.

Dampaknya bisa berupa kelelahan, penurunan konsentrasi, hingga gangguan pernapasan secara bertahap.

Tanda Awal yang Sering Terjadi

Beberapa tanda awal kebiasaan ini antara lain bibir kering saat bangun tidur atau sering terbangun di malam hari karena merasa haus.

Pola pernapasan yang tidak tepat juga berkaitan dengan kualitas tidur. Kondisi ini dapat menyebabkan tidur terganggu dan berdampak pada tingkat energi di siang hari.

“Ini terkait dengan tidur yang terfragmentasi dan jika terus berlanjut dapat memperburuk kondisi apnea tidur,” kata Ullod.

Dampak Lebih Besar pada Anak

Pada anak-anak, kebiasaan bernapas melalui mulut dalam jangka panjang bisa memengaruhi pertumbuhan rahang dan susunan gigi.

Selain itu, risiko masalah gusi serta infeksi tenggorokan juga meningkat jika kebiasaan ini tidak ditangani sejak dini.

Cara Mengurangi Kebiasaan Ini

Untuk mengatasi kebiasaan tersebut, langkah awal yang dapat dilakukan adalah memastikan saluran hidung tidak tersumbat.

Latihan pernapasan juga dapat membantu tubuh kembali terbiasa bernapas melalui hidung. Aktivitas fisik secara rutin turut berperan dalam meningkatkan kapasitas paru-paru dan efisiensi pernapasan.

Dengan memahami dampaknya, kebiasaan sederhana seperti cara bernapas menjadi hal penting yang perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : The Times of India

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |