Jumali Kamis, 13 Agustus 2026 12:47 WIB

Ade Suhendra/Instagram: Ade_s_ajo
Harianjogja.com, JOGJA—Dominasi pelatih asing akan menjadi salah satu warna utama Super League 2026/2027. Dari total 18 klub peserta kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia, hanya satu tim yang menunjuk pelatih lokal sebagai nahkoda tim.
Sosok tersebut adalah Ade Suhendra, mantan pemain nasional yang dipercaya menangani tim promosi Isen Mulang FC. Kehadirannya menjadikan Ade sebagai satu-satunya pelatih Indonesia di tengah dominasi juru taktik dari Eropa, Asia, dan Amerika Selatan.
Sementara itu, klub-klub besar seperti Persija Jakarta, Persib Bandung, Bali United, hingga PSM Makassar memilih mengandalkan pengalaman pelatih asing untuk menghadapi ketatnya persaingan musim depan.
Bhayangkara FC Lengkapi Komposisi Pelatih Peserta Liga
Peta kepelatihan seluruh peserta Super League 2026/2027 resmi lengkap setelah Bhayangkara Presisi Lampung FC mengumumkan penunjukan pelatih asal Spanyol, Oscar Bruzon, pada Rabu (12/8/2026).
Penunjukan Bruzon sekaligus menutup daftar pelatih seluruh klub peserta menjelang bergulirnya kompetisi.
Pelatih berusia 49 tahun tersebut datang dengan rekam jejak yang cukup impresif. Sebelum menerima pinangan Bhayangkara FC, ia menghabiskan enam tahun kariernya di Bangladesh bersama klub Kings pada periode 2018 hingga 2024.
Selama menangani klub tersebut, Bruzon sukses mempersembahkan tiga gelar juara Liga Bangladesh. Catatan itu menjadi modal penting bagi pelatih asal Spanyol tersebut untuk membawa Bhayangkara FC bersaing di papan atas Super League.
Pengalaman panjang di sepak bola Asia juga dinilai menjadi nilai tambah karena dapat membantu proses adaptasi menghadapi karakter kompetisi di Asia Tenggara.
Nama-Nama Besar Siap Meramaikan Persaingan
Musim depan juga akan menghadirkan sejumlah pelatih yang sudah dikenal oleh pecinta sepak bola Indonesia.
Salah satu nama yang paling menyita perhatian adalah Shin Tae-yong. Mantan pelatih Timnas Indonesia itu kini dipercaya memimpin Persija Jakarta dalam upaya mengembalikan kejayaan Macan Kemayoran.
Di klub lain, Johnny Jansen akan memimpin Bali United, sementara Igor Tolic dipercaya menjadi pelatih Persib Bandung.
Ada pula Darije Kalezic yang tetap bersama PSM Makassar, Oscar Loss di Dewa United, serta Fabio Lefundes yang menangani tim promosi Java United FC.
Keberadaan para pelatih tersebut diperkirakan akan membuat persaingan antarklub semakin menarik karena sebagian besar memiliki pengalaman melatih di kompetisi internasional.
Daftar Pelatih Super League 2026/2027
Berikut daftar lengkap pelatih 18 klub peserta Super League musim 2026/2027:
- Arema FC: Marcos Santos (Brasil)
- Bali United: Johnny Jansen (Belanda)
- Bhayangkara FC: Oscar Bruzon (Spanyol)
- Borneo FC Samarinda: Mauro Jeronimo (Portugal)
- Dewa United: Oscar Loss (Brasil)
- Garudayaksa FC: Milos Joksic (Serbia)
- Isen Mulang FC: Ade Suhendra (Indonesia)
- Java United FC: Fabio Lefundes (Brasil)
- Madura United: Ze Gomes (Portugal)
- Persebaya Surabaya: Bernardo Tavares (Portugal)
- Persib Bandung: Igor Tolic (Kroasia)
- Persija Jakarta: Shin Tae-yong (Korea Selatan)
- Persijap Jepara: Mario Lemos (Portugal)
- Persik Kediri: Marcos Reina (Spanyol)
- Persita Tangerang: Carlos Pena (Spanyol)
- PSIM Yogyakarta: Jean Paul van Gastel (Belanda)
- PSM Makassar: Darije Kalezic (Bosnia dan Herzegovina)
- PSS Sleman: Pieter Huistra (Belanda)
Cerminan Kepercayaan Klub terhadap Pelatih Asing
Dominasi pelatih asing sebenarnya bukan fenomena baru dalam sepak bola Indonesia. Namun, musim 2026/2027 menjadi salah satu yang paling mencolok karena hanya menyisakan satu pelatih lokal di antara 18 peserta kompetisi.
Kondisi tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan klub terhadap pelatih asing yang dinilai memiliki pengalaman lebih luas, baik di level kompetisi domestik maupun internasional.
Di sisi lain, situasi ini juga menjadi tantangan bagi pelatih-pelatih Indonesia untuk membuktikan kapasitas mereka dalam persaingan sepak bola profesional.
Perhatian kini tertuju kepada Ade Suhendra. Selain membawa Isen Mulang FC, yang sebelumnya dikenal sebagai Adhyaksa FC, bersaing di kasta tertinggi, ia juga menjadi simbol eksistensi pelatih lokal di tengah dominasi pelatih asing.
Keberhasilannya musim ini berpotensi menjadi tolok ukur sekaligus membuka kembali kepercayaan klub-klub Indonesia terhadap pelatih dalam negeri pada masa mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online







































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539824/original/003583100_1774624130-IMG_6564.JPG.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324850/original/079448900_1755868038-Elkan-Baggott.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4855687/original/012825900_1717681637-20240606IQ_Timnas_Indonesia_vs_Irak__15_.jpg)






:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5215189/original/094397100_1746795977-20250509AA_Persija_Jakarta_vs_Bali_United-8.jpg)