Rupiah Melemah, Pariwisata Bantul Bidik Peluang Wisman

6 hours ago 6

Rupiah Melemah, Pariwisata Bantul Bidik Peluang Wisman

Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul. Antara/Hery Sidik

Harianjogja.com, BANTUL—Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dinilai dapat menjadi peluang baru bagi sektor pariwisata di Kabupaten Bantul. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan daya tarik destinasi wisata lokal di mata wisatawan mancanegara karena biaya perjalanan dan pengeluaran selama berada di Indonesia menjadi lebih kompetitif.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata Bantul, Istiyani, mengatakan hingga pertengahan Juni 2026 pihaknya belum melihat adanya peningkatan signifikan jumlah wisatawan asing yang berkaitan langsung dengan pelemahan kurs rupiah. Namun secara ekonomi, kondisi tersebut diyakini dapat memberikan keuntungan bagi industri pariwisata.

Menurutnya, wisatawan yang membawa mata uang dolar memiliki daya beli lebih besar ketika bertransaksi di Indonesia. Situasi itu membuat biaya akomodasi, konsumsi, hingga aktivitas wisata menjadi relatif lebih murah dibandingkan saat nilai tukar rupiah berada pada posisi yang lebih kuat.

“Dampak pelemahan rupiah terhadap kunjungan wisman di Bantul memang belum terlihat secara signifikan karena situasi ini juga baru terjadi beberapa waktu lalu,” kata Istiyani, Senin (15/6/2026).

Selain berpotensi menarik wisatawan asing, pelemahan rupiah juga dinilai dapat mendorong masyarakat Indonesia untuk lebih banyak berwisata di dalam negeri. Menguatnya dolar AS menyebabkan biaya perjalanan ke luar negeri meningkat sehingga destinasi domestik menjadi pilihan yang lebih ekonomis.

Meski demikian, kontribusi wisatawan mancanegara terhadap total kunjungan wisata di Bantul masih tergolong kecil. Dalam setahun, jumlah wisatawan asing yang tercatat berkunjung ke berbagai destinasi wisata di wilayah tersebut berkisar sekitar seribu orang.

Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Saryadi, menilai kondisi nilai tukar saat ini dapat dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat promosi destinasi wisata Bantul ke pasar internasional. Salah satu strategi yang terus dikembangkan adalah promosi digital melalui berbagai platform media sosial.

Menurutnya, media sosial menjadi sarana yang efektif untuk menjangkau calon wisatawan mancanegara karena memiliki jangkauan luas dengan biaya promosi yang relatif terjangkau.

Pihaknya juga memperluas distribusi konten promosi dengan menggandeng akun-akun pariwisata yang memiliki jumlah pengikut besar. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan eksposur destinasi wisata Bantul di pasar domestik maupun internasional.

“Kami menghubungkan konten-konten promosi dengan akun pariwisata yang memiliki banyak pengikut seperti Visiting Jogja dan akun wisata lainnya,” ujarnya.

Selain promosi digital, Dinas Pariwisata Bantul memperkuat pemasaran melalui kerja sama dengan Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia. Melalui kolaborasi tersebut, materi promosi destinasi wisata Bantul disalurkan melalui jaringan agen perjalanan yang memiliki akses langsung ke pasar wisatawan mancanegara.

Strategi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan promosi sekaligus meningkatkan peluang kunjungan wisatawan asing ke Bantul dalam jangka panjang.

“Kami bekerja sama dengan ASITA. Materi promosi kami dititipkan kepada teman-teman ASITA yang memiliki jaringan dan jangkauan wisatawan hingga ke luar negeri,” kata Saryadi.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, pelaku pariwisata Bantul melihat pelemahan rupiah bukan hanya sebagai tantangan, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat daya saing destinasi lokal. Dengan dukungan promosi digital dan jejaring industri perjalanan, Bantul berupaya menangkap peluang peningkatan kunjungan wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |