Film Munafik Versi Indonesia, Donny Damara Merinding Baca Mantra Kuno

3 hours ago 1

Newswire

Newswire Sabtu, 15 Agustus 2026 15:07 WIB

Film Munafik Versi Indonesia, Donny Damara Merinding Baca Mantra Kuno

Donny Damara dan Dimas Aditya mengungkap tantangan syuting film Munafik Indonesia, termasuk mantra Jawa kuno dan bacaan Al Quran. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA— Film Munafik versi Indonesia menghadirkan tantangan tersendiri bagi para pemainnya. Dalam acara jumpa penonton di Jogja, Sabtu (15/8/2026), Donny Damara dan Dimas Aditya membagikan pengalaman mereka selama menjalani proses produksi film horor bernuansa religi tersebut.

Salah satu pengalaman yang membekas bagi Donny Damara adalah ketika harus melafalkan bacaan menggunakan bahasa Jawa kuno dalam adegan penting. Bacaan tersebut digunakan dalam adegan ketika karakter yang diperankannya memanggil setan dan iblis.

Donny mengatakan proses memerankan karakter tersebut juga menjadi tantangan dalam perjalanan kariernya sebagai aktor. Ia harus bertransformasi menjadi sosok yang berbeda dari kepribadian dirinya dalam kehidupan sehari-hari.

"Tantangan saya sebagai aktor di situ lumayan. Tujuan saya bisa bertransformasi jadi orang lain yang mungkin saya kasih spoiler, menjadi orang baik. Dalam kesehariannya gitu. Terus memang semuanya ini intinya sih sebenarnya film ini ikhlas," ujar Donny di Jogja, Sabtu (15/8/2026).

Donny Damara Merinding Baca Mantra Jawa Kuno

Selain pendalaman karakter, Donny mengalami momen yang membuatnya merinding ketika menjalani salah satu adegan krusial dalam film Munafik versi Indonesia.

Ia harus membaca mantra kuno menggunakan bahasa Jawa kuno untuk adegan memanggil setan dan iblis. Menurut Donny, dirinya baru mengetahui bahwa mantra yang digunakan tersebut ternyata memiliki arti.

"Ketika saya harus memanggil segala bahasa Jawa kuno, saya memanggil setan gitu kan. Memanggil setan dan iblis, nah itu saya agak merinding tuh pas baca-baca. Mantram yang digunakan, mantram kuno. Dan saya agak merinding sih sebenarnya karena itu beneran, ternyata beneran ada artinya," ungkapnya.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari tantangan yang harus dijalani Donny selama memerankan karakter dalam film horor bernuansa religi tersebut.

Dimas Aditya Ungkap Detail Produksi Film Munafik

Sementara itu, Dimas Aditya menyoroti proses produksi Munafik versi Indonesia yang menurutnya dipersiapkan secara matang dan dikerjakan dengan sangat detail.

Dimas memandang proyek tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap sebuah karya sekaligus kesempatan bagi para pemeran untuk kembali bertemu dalam cerita dan karakter yang berbeda.

"Ini seperti bentuk apresiasi terhadap satu karya yang bagus. Kita enggak mencoba mencari siapa yang lebih baik atau lebih buruk, tapi mencoba untuk balancing atau minimal membuat yang maksimal. Jadi seperti ajang reuni kembali dengan cerita dan karakter yang berbeda," tutur Dimas.

Menurut Dimas, kehati-hatian dalam proses produksi semakin terlihat ketika para pemain harus menjalani adegan yang memuat bacaan ayat-ayat suci Al Quran.

Para pemain mendapatkan pendampingan langsung dari ustaz untuk memastikan bacaan yang disampaikan dalam film sesuai dengan tajwid dan makhraj.

Dimas mengatakan bacaan ayat Al Quran yang terdengar sederhana ketika ditampilkan dalam film horor ternyata membutuhkan proses persiapan yang tidak sederhana.

Para pemain harus memperhatikan ketepatan bacaan dan mendapatkan koreksi apabila terdapat bagian yang dinilai kurang tepat.

"Di sini kita benar-benar diawasi sama ustaz asli yang memang bisa menguji kita. Ayat yang kita bacakan selama ini, aku ngerasa sepertinya simpel kalau kita nonton film horor. Tapi ternyata enggak sesimpel itu, diajarin tajwidnya, makhrajnya, mungkin ada yang keliru atau lebih tepat. Secara making-nya itu lumayan detail dan sangat berhati-hati," jelasnya.

Kehadiran pendamping tersebut menjadi bagian dari proses produksi untuk membantu memastikan adegan yang berkaitan dengan bacaan Al Quran dilakukan dengan perhatian terhadap tajwid dan makhraj.

Film Munafik versi Indonesia diharapkan menghadirkan perpaduan drama dan horor sekaligus membawa pesan moral bagi penikmat sinema Tanah Air.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |