RS Polri Kramat Jati identifikasi 10 jenazah korban kecelakaan KA Bekasi, total korban tewas capai 14 orang. / Antara.
Harianjogja.com, JAKARTA—Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati resmi membuka posko Disaster Victim Identification (DVI) guna mengidentifikasi para korban kecelakaan hebat antara Commuter Line dan kereta api jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur. Posko ini difungsikan sebagai pusat pengumpulan data ante mortem dari pihak keluarga untuk dicocokkan dengan data jenazah.
Kepala Biro Kedokteran Polisi Pusdokkes Polri, Brigjend Pol Nyoman Eddy, menjelaskan bahwa tim medis memerlukan informasi detail mengenai data sebelum kematian guna mempercepat proses pengenalan identitas korban secara akurat. Hingga Selasa (28/4/2026), proses rekonsiliasi data masih terus berjalan secara intensif.
“Kami sudah siapkan posko untuk keluarga korban. Di sana dilakukan pengumpulan data sebelum kematian untuk kepentingan identifikasi,” ungkap Nyoman saat memberikan keterangan di RS Polri.
Mekanisme Identifikasi Lewat Data Ante Mortem
Data ante mortem yang dikumpulkan dari keluarga mencakup berbagai informasi medis, ciri-ciri fisik yang spesifik, serta barang-barang pribadi yang terakhir kali dikenakan korban. Data tersebut nantinya akan disandingkan dengan hasil pemeriksaan post mortem atau data setelah kematian yang diperoleh tim forensik dari jenazah yang telah dievakuasi.
Hingga saat ini, pihak RS Polri telah menerima sebanyak 10 kantong jenazah dari lokasi kejadian. Namun, Nyoman menegaskan bahwa seluruh identitas korban belum dapat dipastikan secara resmi sebelum tahap pemeriksaan dan rekonsiliasi data selesai dilakukan secara menyeluruh.
“Seluruh kantong jenazah masih dalam tahap pemeriksaan dan akan dipastikan melalui rekonsiliasi data,” jelas Nyoman mengenai prosedur identifikasi tersebut.
Penyisiran di Lokasi dan Penanganan Korban Luka
Di sisi lain, tim gabungan di Stasiun Bekasi Timur masih melakukan penyisiran di titik-titik puing gerbong untuk memastikan jumlah korban secara akurat. Langkah ini krusial untuk memastikan seluruh penumpang telah terevakuasi dan tidak ada satu pun korban yang tertinggal di area reruntuhan seusai benturan keras terjadi.
Berbeda dengan penanganan korban meninggal dunia, sebanyak 84 orang korban luka-luka langsung dilarikan ke sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi. Pihak kepolisian memastikan bahwa korban luka tidak dirujuk ke RS Polri Kramat Jati agar penanganan medis dapat dilakukan secara cepat di fasilitas kesehatan terdekat dari lokasi kejadian.
Data Terkini Korban Meninggal Dunia
Berdasarkan data terbaru dari PT Kereta Api Indonesia (Persero), total korban meninggal dunia dalam insiden tragis ini tercatat mencapai 14 orang hingga Selasa pagi. Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan simpati mendalam dan memastikan bahwa para korban luka kini tengah mendapatkan perawatan intensif.
Seluruh jenazah saat ini masih tertahan di RS Polri Kramat Jati. Pihak otoritas belum mengizinkan penyerahan jenazah kepada pihak keluarga sebelum proses identifikasi dinyatakan rampung sepenuhnya secara profesional. Hal ini dilakukan demi menjamin kepastian identitas dan menghindari kesalahan dalam proses pemulangan jenazah ke rumah duka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara


















































