Rehan/Gloria Tumbang, Final Taipei Open Tanpa Wakil Indonesia

1 hour ago 1

Jumali

Jumali Sabtu, 01 Agustus 2026 16:37 WIB

Rehan/Gloria Tumbang, Final Taipei Open Tanpa Wakil Indonesia

Ilustrasi bulu tangkis atau badminton - Foto dibuat oleh AI/StockCake


Harianjogja.com, JOGJA—Laga sengit tersaji di Taipei Arena, Taiwan, pada Sabtu (1/8/2026) siang WIB. Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja harus mengakui keunggulan pasangan Jepang Yuta Watanabe/Maya Taguchi di babak semifinal Taipei Open 2026 Super 300. Mereka kalah dengan skor 17-21 dan 20-22. Hasil ini sekaligus memupus harapan Indonesia untuk menempatkan wakilnya di partai puncak turnamen bulu tangkis bergengsi tersebut. Kekalahan dramatis di gim kedua dengan selisih dua poin menjadi catatan pahit bagi ganda campuran non-Pelatnas PBSI itu.

Pertandingan berlangsung dengan intensitas tinggi sejak gim pertama. Kedua pasangan sama-sama ingin saling mengalahkan untuk merebut tiket ke babak final. Watanabe/Taguchi tampil lebih agresif dan berhasil memimpin 13-8 atas Rehan/Gloria pada pertengahan gim. Pola permainan wakil Jepang yang variatif dan solid membuat Rehan/Gloria kesulitan untuk mencuri poin demi poin. Serangan-serangan cepat dari Watanabe/Taguchi kerap merepotkan pertahanan Indonesia. Meski berusaha bangkit, Rehan/Gloria harus menyerah di gim pertama dengan skor 17-21.

Memasuki gim kedua, Rehan/Gloria mencoba mengubah strategi. Mereka bermain lebih agresif dan berusaha menekan sejak awal. Namun, Watanabe/Taguchi masih menunjukkan permainan yang solid dan konsisten. Pasangan Jepang itu kembali memimpin dengan skor 15-11 di tengah gim. Rehan/Gloria, yang dikenal sebagai pasangan dengan semangat juang tinggi, tidak menyerah begitu saja. Mereka terus berusaha mengejar ketertinggalan dan memberikan perlawanan sengit. Setiap poin diperebutkan dengan keras, menjadikan pertandingan semakin menarik untuk disaksikan. Penonton di Taipei Arena pun dibuat terpukau dengan aksi-aksi spektakuler dari kedua pasangan.

Menjelang akhir gim kedua, Rehan/Gloria berhasil mendekatkan jarak. Mereka bahkan sempat menyamakan kedudukan dan membuat pertandingan berjalan ketat. Setiap pukulan menjadi penentu, dan kedua pasangan saling bergantian memimpin. Namun, pada momen-momen krusial, Watanabe/Taguchi mampu tampil lebih tenang dan matang. Mereka berhasil mengamankan poin-poin penting hingga akhirnya memenangkan gim kedua dengan skor tipis 22-20. Kekalahan ini pasti terasa sangat menyakitkan bagi Rehan/Gloria, terlebih lagi karena mereka sudah berjuang mati-matian sepanjang pertandingan. Selisih dua poin di gim kedua menjadi bukti betapa tipisnya perbedaan antara kemenangan dan kekalahan di level tertinggi bulu tangkis dunia.

Hasil ini menjadi pukulan tersendiri bagi skuad bulu tangkis Indonesia di ajang Taipei Open 2026. Rehan/Gloria adalah satu-satunya wakil yang tersisa setelah sektor-sektor lain lebih dulu gugur. Kegagalan mereka menembus final memastikan bahwa turnamen Super 300 kali ini berakhir tanpa gelar juara dari Indonesia. Meski demikian, penampilan Rehan/Gloria sepanjang turnamen patut diapresiasi. Mereka berhasil melangkah hingga semifinal dan menunjukkan bahwa kualitas mereka masih mampu bersaing di kancah internasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |