Progres Pembangunan Sekolah Rakyat di Kulonprogo Capai 71,9 Persen

1 hour ago 1

Progres Pembangunan Sekolah Rakyat di Kulonprogo Capai 71,9 Persen

Sekolah Rakyat yang tuntas direnovasi oleh Nindya Karya. ANTARA/HO-Nindya Karya

Harianjogja.com, KULONPROGO— Progres pembangunan Sekolah Rakyat di Gulurejo, Kulonprogo, telah mencapai 71,9 persen hingga akhir Mei 2026. Tim Teknis Pembangunan Sekolah Rakyat DIY kini memfokuskan pekerjaan pada penyelesaian arsitektur bangunan, instalasi mekanikal-elektrikal-plumbing (MEP), serta penataan kawasan.

Ketua Tim Teknis Pembangunan Sekolah Rakyat DIY, Sri Wahyudi, mengatakan struktur utama bangunan hampir seluruhnya selesai. Pekerjaan struktur bawah telah rampung 100 persen, sedangkan struktur atas dan atap telah mencapai 95 persen.

"Hari ini kita sudah mencapai di 71,9 persen dengan progres struktur bawah sudah 100 persen dan struktur atas atap sudah 95 persen. Selebihnya, kita mengebut di bagian arsitektural, Mechanical Electrical Plumbing (MEP), serta landscape," kata Wahyudi, Minggu (31/5/2026).

Untuk mengejar target penyelesaian pada 20 Juni 2026, pelaksana proyek menerapkan sistem kerja tiga shift yang berlangsung hampir tanpa henti selama 24 jam. Langkah tersebut dilakukan seiring status proyek sebagai salah satu program prioritas pemerintah.

"Kita akan usahakan sesuai target karena memang ini sudah menjadi program prioritas presiden. Kita kebut mulai dari penambahan tenaga kerja hingga sistem shift yang kita buat menjadi tiga shift. Jadi hampir 24 jam kita kerja untuk mengejar target 20 Juni. Kita sangat optimistis," ujarnya.

Jumlah Pekerja Terus Bertambah

Percepatan pembangunan juga didukung penambahan tenaga kerja dalam jumlah besar. Hingga Jumat (29/5/2026), sebanyak 1.206 pekerja di luar unsur manajemen telah terlibat dalam proyek tersebut.

Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan sebelumnya yang berada di kisaran 900 pekerja. Setelah Lebaran, pelaksana proyek menambah lebih dari 200 pekerja secara bertahap untuk mempercepat penyelesaian berbagai pekerjaan konstruksi.

Menurut Wahyudi, jumlah pekerja masih berpotensi bertambah sesuai kebutuhan di lapangan selama masa penyelesaian proyek.

Serap Ratusan Tenaga Kerja Lokal

Selain mempercepat pembangunan, proyek Sekolah Rakyat juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Dari total tenaga kerja yang terlibat, sebanyak 222 orang merupakan warga asli Kulonprogo.

Sementara itu, pekerja dari luar daerah didatangkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga dengan keahlian khusus pada sejumlah pekerjaan teknis.

Pelibatan tenaga kerja lokal menjadi salah satu upaya untuk memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

Optimistis Rampung Sesuai Jadwal

Tim pelaksana mengakui sempat menghadapi tantangan dalam pemenuhan tenaga kerja karena banyak proyek konstruksi yang berjalan bersamaan di berbagai daerah. Kondisi tersebut membuat persaingan mendapatkan pekerja cukup ketat.

Meski demikian, pelaksana proyek tetap optimistis pembangunan Sekolah Rakyat di Gulurejo dapat selesai sesuai target pada 20 Juni 2026.

Apabila rampung tepat waktu, fasilitas pendidikan tersebut diharapkan segera dapat digunakan untuk mendukung akses pendidikan bagi masyarakat sekaligus menjadi bagian dari program peningkatan kualitas sumber daya manusia yang tengah didorong pemerintah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |