Prabowo Panggil Panglima Bahas Syarat Suku Dayak Pedalaman Masuk TNI

3 hours ago 2

Newswire

Newswire Minggu, 30 Agustus 2026 10:47 WIB

Prabowo Panggil Panglima Bahas Syarat Suku Dayak Pedalaman Masuk TNI

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pekanbaru, Riau, Senin (24/8/2026)./Antara/YouTube Sekretariat Presiden-Maria Cicilia Galuh

Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto membahas perkembangan penyesuaian persyaratan perekrutan masyarakat suku Dayak pedalaman yang ingin menjadi prajurit TNI saat bertemu Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan di Hambalang, Bogor, Sabtu (29/8/2026).

Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu tidak hanya dihadiri jajaran pejabat TNI. Sejumlah menteri juga turut dipanggil Presiden Prabowo ke kediamannya di Hambalang.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan pertemuan tersebut dihadiri Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan, Menteri Pertahanan, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Menteri Sekretaris Negara, serta Sekretaris Kabinet.

“Sore hingga malam hari ini, Presiden Prabowo Subianto menerima Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan beserta Menteri Pertahanan, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Menteri Sekretaris Negara dan Sekretaris Kabinet di kediaman Hambalang," ujar Teddy dalam keterangan tertulis, Minggu (30/8/2026).

Syarat Suku Dayak Pedalaman Jadi Prajurit TNI

Teddy menjelaskan salah satu agenda yang dibahas adalah perkembangan penyesuaian syarat perekrutan bagi masyarakat suku Dayak pedalaman yang ingin mengabdi sebagai prajurit TNI.

Presiden Prabowo meminta Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan agar semakin terbuka terhadap masyarakat yang ingin mengabdi sebagai prajurit.

“Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo meminta perkembangan mengenai beberapa hal antara lain, penyesuaian syarat terkait perekrutan suku Dayak pedalaman yang ingin menjadi prajurit TNI,” imbuhnya.

Pembahasan mengenai persyaratan tersebut menjadi salah satu bagian dari pertemuan Presiden Prabowo bersama jajaran pimpinan TNI di Hambalang.

Prabowo Minta Babinsa Edukasi Warga soal Karhutla

Selain membahas rekrutmen prajurit dari masyarakat suku Dayak pedalaman, Prabowo menerima laporan mengenai perkembangan penanganan sejumlah bencana.

Laporan tersebut mencakup penanganan pascagempa bumi di Flores, erupsi Gunung Merapi, serta kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kalimantan dan Sumatra.

Dalam arahannya, Prabowo meminta langkah penanganan bencana terus diperkuat. Upaya tersebut juga diminta diiringi dengan pencegahan yang dilakukan di tingkat masyarakat.

Salah satu perhatian Presiden adalah penanganan karhutla melalui edukasi langsung kepada warga di desa. Prajurit TNI, khususnya Bintara Pembina Desa (Babinsa), diminta ikut memberikan pemahaman mengenai bahaya pembakaran hutan dan lahan.

“Presiden ingin edukasi terkait bahaya pembakaran hutan diberikan para Babinsa di desa kepada warga untuk sama-sama menjaga hutan dan lahan kita bersama,” katanya

Teddy mengatakan Presiden Prabowo ingin edukasi mengenai bahaya pembakaran hutan diberikan langsung kepada masyarakat di tingkat desa melalui Babinsa.

Pertemuan di kediaman Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (29/8) tersebut berlangsung dari sore hingga malam hari dan membahas sejumlah perkembangan, termasuk penyesuaian persyaratan perekrutan suku Dayak pedalaman serta penguatan penanganan dan pencegahan karhutla.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |