Iran Buka Peluang Negosiasi dengan AS, Ini Syaratnya

4 hours ago 6

Newswire

Newswire Minggu, 30 Agustus 2026 08:27 WIB

Iran Buka Peluang Negosiasi dengan AS, Ini Syaratnya

Foto ilustrasi Iran vs Amerika Serikat. - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Iran Masoud Pezeshkian membuka peluang untuk kembali bernegosiasi dengan Amerika Serikat (AS), tetapi Teheran menetapkan syarat timbal balik. Iran hanya akan memenuhi komitmennya jika Washington juga melakukan hal yang sama.

Pezeshkian menyampaikan sikap tersebut pada Jumat malam (29/8/2026) ketika menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan upaya diplomatik untuk menghidupkan kembali nota kesepahaman (MoU) perdamaian yang ditandatangani Iran dan AS pada Juni 2026 serta memulihkan hak-hak rakyat Iran.

“Kita dapat melangkah maju jika tindakan Iran direspons dengan tindakan timbal balik dan proporsional dari pihak lain,” kata Pezeshkian, melansir Xinhua, Sabtu (29/8/2026).

Meski membuka ruang dialog, Pezeshkian mengakui kedua pihak kemungkinan tidak dapat mencapai seluruh tujuan yang diinginkan masing-masing.

Iran Minta MoU Juni Kembali Jadi Acuan

Berdasarkan MoU tersebut, AS diharapkan mencabut blokade angkatan laut serta sanksi terhadap minyak dan petrokimia Iran. Washington juga diharapkan membebaskan aset-aset Iran yang dibekukan.

Pezeshkian mengatakan Iran telah mengekspor hampir 90 juta barel minyak selama periode ketika kesepakatan tersebut diterapkan.

“Hal utama adalah kita harus berkomitmen terhadap MoU yang telah kita susun. Ketika kita duduk di meja perundingan, kita dapat membicarakannya dengan mereka,” ujarnya.

Kesepakatan Iran dan AS sebelumnya ditandatangani pada 18 Juni 2026 untuk mengakhiri perang di kawasan, termasuk Lebanon. Berdasarkan MoU itu, kedua negara dijadwalkan menggelar perundingan selama 60 hari untuk mencapai kesepakatan final.

Periode perundingan tersebut berakhir pada 17 Agustus 2026. Namun, nasib proses diplomatik itu masih belum jelas setelah ketegangan Iran dan AS kembali meningkat pada bulan lalu.

Qatar dan Pakistan Dorong Jalur Diplomasi

Di tengah ketidakpastian perundingan, mediator Qatar dan Pakistan terus berupaya mencari jalan keluar diplomatik antara Iran dan AS.

Melansir The Korean Times, Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani berada di Teheran pada Kamis untuk membahas rencana yang diusulkan antara Iran dan Oman terkait peningkatan lalu lintas melalui Selat Hormuz.

Namun, sikap Washington terhadap upaya menghidupkan kembali kesepakatan Juni tersebut masih berbeda. Presiden AS Donald Trump menunjukkan sedikit minat untuk kembali ke kesepakatan awal yang bertujuan membuka kembali Selat Hormuz sekaligus memulai pembicaraan mengenai program nuklir Iran.

Kesepakatan itu gagal dalam beberapa minggu setelah Iran mulai menyerang kapal-kapal.

Trump juga mengatakan upaya AS untuk menekan perekonomian Teheran membuahkan hasil. Blokade angkatan laut AS disebut mencegah minyak Iran masuk ke pasar, sementara kapal-kapal yang membawa minyak dari negara-negara Teluk lainnya hanya bisa melewati wilayah tersebut.

“Kita memiliki kendali dan kita memiliki blokade. Iran tidak akan mendapatkan apa pun. Tidak ada yang bisa melewatinya,” kata Trump.

Iran Siapkan Strategi Hadapi Sanksi Ekonomi

Sebelumnya, Iran menyatakan siap mengantisipasi operasi sanksi ekonomi yang dikerahkan AS. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons terhadap pengumuman Sekretaris Bendahara AS Scott Bessent pada Senin (24/8).

Menteri Keuangan Iran Seyed Ali Madanizadeh mengatakan Iran telah menyiapkan langkah untuk menghadapi sanksi ekonomi yang ditujukan untuk menghentikan arus pemasukan dan pendanaan perang Iran.

“Mereka ingin mengerahkan sebuah operasi ekonomi terhadap kami. Kami juga memiliki rencana tersendiri dan kami tahu bagaimana cara memenangkannya,” tegas Madanizadeh kepada media Iran, mengutip dari Time, Rabu (26/8/2026).

Sikap tersebut menunjukkan bahwa peluang dialog Iran-AS masih terbuka dari sisi Teheran, tetapi pelaksanaannya bergantung pada komitmen timbal balik kedua pihak terhadap kesepakatan yang telah disusun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |