Presiden Prabowo Subianto saat memimpin rapat terbatas di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (16/4/2026), membahas program strategis nasional, antara lain hilirisasi dan pemanfaatan sampah menjadi energi. - Antara - ist/Badan Komunikasi Pemerintah RI
Harianjogja.com, JAKARTA—Percepatan program strategis nasional menjadi fokus utama dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Wisma Danantara, di Jakarta, Kamis (16/4/2026) malam. Agenda ini menekankan akselerasi hilirisasi industri hingga pemanfaatan sampah menjadi energi alias waste to energy (WTE).
Rapat tersebut digelar setelah Presiden menjalani rangkaian agenda sejak siang di Istana Merdeka, termasuk menerima sejumlah laporan dari pejabat negara dan memimpin rapat sebelumnya.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menjelaskan pertemuan di Wisma Danantara menjadi bagian dari konsolidasi kebijakan agar program prioritas dapat segera diimplementasikan secara konkret.
Di Istana Merdeka, Presiden lebih dulu menerima laporan dari Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak.
Rapat malam dihadiri sejumlah menteri dan pejabat strategis, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani.
Turut hadir pula Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta CTO Danantara sekaligus Dirut PT Pindad Sigit P. Santosa.
Fokus pada Implementasi Program
Dalam rapat tersebut, Presiden menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan program prioritas di berbagai sektor. Selain hilirisasi dan energi sampah, pemerintah juga menyoroti pendidikan serta ketahanan pangan.
Menurut Teddy, forum ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kebijakan tidak berhenti di tahap perencanaan, tetapi segera diwujudkan dalam program nyata.
“Presiden membahas percepatan pelaksanaan program-program strategis nasional, termasuk di bidang pendidikan, ketahanan pangan, hilirisasi industri, serta pemanfaatan sampah menjadi energi,” ujarnya.
Hasil Diplomasi Mulai Diterjemahkan
Rapat ini juga menjadi tindak lanjut dari hasil lawatan luar negeri Presiden dalam beberapa hari terakhir. Kerja sama internasional yang telah dibangun diarahkan untuk segera diimplementasikan di dalam negeri.
Sebelumnya, Presiden bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pada 13 April, serta Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris pada 14 April.
Dalam pertemuan dengan Rusia, kedua negara menyepakati kerja sama jangka panjang di sektor energi, termasuk investasi pembangunan kilang dan penyimpanan minyak, serta pembelian minyak mentah dan LPG dari Rusia.
Teddy menambahkan, integrasi hasil diplomasi ke dalam kebijakan domestik diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas pemerataan pembangunan nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara


















































