Prabowo: Indonesia Berpeluang Jadi Ekonomi Keempat Dunia 25 Tahun Lagi

5 hours ago 4

Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto menyampaikan optimisme bahwa Indonesia berada di jalur menuju negara maju dengan peluang menjadi ekonomi terbesar keempat di dunia dalam 25 tahun mendatang. Optimisme tersebut disampaikan saat melantik Pamong Praja Muda (PPM) Angkatan XXXIII Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Tahun 2026. Pada momentum itu, Prabowo menegaskan para lulusan IPDN yang baru dilantik merupakan generasi yang dipersiapkan untuk melanjutkan estafet kepemimpinan nasional sekaligus memastikan pembangunan berjalan berkesinambungan.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan amanat pada Upacara Pelantikan Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII IPDN Tahun 2026 di Lapangan Parade Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026).

Indonesia Diproyeksikan Jadi Kekuatan Ekonomi Dunia

Prabowo mengatakan berbagai proyeksi internasional menunjukkan Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia dalam beberapa dekade mendatang. Menurutnya, target besar tersebut kini semakin dekat untuk diwujudkan.

"Cita-cita besar itu sudah di ambang keberhasilan. Semua pakar dunia meramalkan 25 tahun lagi Indonesia menjadi ekonomi keempat di dunia. Keempat. Di atas Perancis, Jerman, Inggris," ujar Prabowo.

Presiden Ke-8 RI itu menilai para Pamong Praja Muda yang dilantik pada tahun ini akan menjadi generasi yang menjalankan roda pemerintahan ketika proyeksi tersebut memasuki masa pencapaiannya. Bahkan, sebagian dari mereka berpeluang menduduki posisi strategis, termasuk menjadi gubernur.

"Dua puluh lima tahun yang akan datang saudara-saudara yang akan menjalankan pemerintahan yang sebenarnya. Sebagian dari saudara akan jadi gubernur, mungkin di antara saudara akan berdiri di podium ini. Masa depan milik saudara sekalian," katanya.

Generasi Penerus Diminta Menjaga Keberlanjutan Pembangunan

Prabowo menegaskan pemerintah saat ini memiliki tanggung jawab membuka jalan bagi generasi berikutnya agar mampu meneruskan pembangunan nasional sekaligus menjaga keberlangsungan Republik Indonesia.

"Kami di sini bekerja, mengabdi untuk membuka jalan bagi saudara-saudara sekalian. Saudara-saudara adalah anak-anak kami yang kami siapkan untuk menjaga republik ini setelah kami sudah tidak ada," ujarnya.

Karena itu, Presiden meminta para lulusan IPDN menjadi pemimpin birokrasi yang berkualitas dan mampu memastikan seluruh kebijakan pemerintah benar-benar terlaksana secara efektif di lapangan.

"Saudara harus jadi pemimpin-pemimpin yang terbaik. Saudara adalah penggerak birokrasi pemerintahan, penentu keberhasilan pembangunan di lapangan," kata Prabowo.

Ia mengingatkan bahwa kebijakan yang baik tidak akan memberikan hasil apabila pelaksanaannya tidak berjalan sesuai rencana.

"Gagasan yang paling besar, rencana yang paling besar, kebijakan-kebijakan yang paling baik, tidak dilaksanakan di lapangan, gagasan besar itu kandas, rencana terbaik itu tidak tercapai," ujarnya.

Tekankan Sinergi dan Kepemimpinan yang Rendah Hati

Presiden juga mengingatkan para pamong praja bahwa tugas pemerintahan tidak dijalankan secara sendiri-sendiri. Mereka akan menjadi bagian dari sistem penyelenggaraan negara yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), kejaksaan, pemerintah daerah, tokoh agama, pengusaha, tokoh masyarakat, hingga tokoh adat.

Menurut Prabowo, kemampuan membangun komunikasi dan kerja sama dengan seluruh elemen tersebut menjadi modal penting dalam menjalankan pemerintahan.

"Saudara harus pandai bergaul, saudara pelihara hubungan baik dengan semua unsur, dengan ulama, dengan pengusaha, dengan tokoh masyarakat, dengan tokoh adat," katanya.

Secara khusus, Kepala Negara mengingatkan agar aparatur negara tidak bersikap arogan saat menjalankan amanah sebagai pelayan masyarakat.

"Saudara tidak boleh sekali-sekali menjadi pemimpin yang sombong. Bangunlah kerja sama. Kerja sama adalah kunci dari keberhasilan. Saudara harus saling menghormati, saling mendukung, dan saling memperkuat," ujarnya.

Menutup pidatonya, Prabowo menyatakan keyakinannya bahwa lulusan IPDN Angkatan XXXIII Tahun 2026 merupakan generasi terbaik bangsa yang memiliki semangat pengabdian, disiplin, keberanian, dan integritas dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara.

"Saya percaya bahwa lulusan IPDN Angkatan 33 Tahun 2026 adalah putra-putri terbaik bangsa yang memiliki semangat pengabdian, disiplin, keberanian, dan integritas," kata Prabowo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |