Pemkab Gunungkidul Gandeng UGM Buka Layanan Jiwa di Puskesmas

2 hours ago 2

Pemkab Gunungkidul Gandeng UGM Buka Layanan Jiwa di Puskesmas

Foto ilustrasi kesehatan mental. - Freepik

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul menggandeng Fakultas Psikologi UGM untuk memperkuat layanan kesehatan jiwa di puskesmas. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencegah kasus bunuh diri yang masih terjadi di Bumi Handayani.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Ismono mengatakan hingga pertengahan Agustus 2026 tercatat 25 kasus bunuh diri. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemkab yang terus berupaya memperkuat langkah pencegahan agar kasus tidak kembali bertambah.

Namun, Ismono mengakui upaya tersebut belum berjalan optimal. Salah satu kendalanya adalah keterbatasan anggaran sehingga Pemkab Gunungkidul belum mampu menyediakan tenaga psikolog klinis di seluruh puskesmas.

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, Dinas Kesehatan Gunungkidul menjalin kerja sama dengan Fakultas Psikologi UGM dalam penyediaan layanan kesehatan jiwa di tingkat puskesmas.

Pada tahap awal, sebanyak 11 mahasiswa menjalani magang profesi di puskesmas wilayah Kapanewon Wonosari dan Karangmojo. Pemkab juga menyediakan tempat tinggal bagi para mahasiswa dengan memanfaatkan rumah dinas.

“Sudah dimulai pelayanan kesehatan jiwa ini dan kami juga menyediakan mess tempat tinggal dengan memanfaatkan rumah dinas milik pemkab,” kata Ismono, Kamis (27/8/2026).

Menurut Ismono, keberadaan tenaga psikologi klinis di puskesmas penting untuk memperkuat pelayanan kesehatan dasar, terutama dalam menangani persoalan kesehatan jiwa masyarakat.

“Ini penting karena keberadaan layanan psikologi klinis dibutuhkan untuk kesehatan jiwa di masyarakat bisa ditangani secara lebih cepat,” ujarnya.

Program magang profesi pelayanan kesehatan jiwa tersebut akan berlangsung selama sekitar 2,5 bulan. Pemkab berharap kerja sama dengan Fakultas Psikologi UGM dapat dikembangkan sehingga layanan serupa nantinya bisa menjangkau lebih banyak puskesmas.

“Ke depannya, kerja sama bisa ditingkatkan sehingga pelayanan kesehatan jiwa dengan memanfaatkan mahasiswa magang profesi bisa dibuka di 30 puskesmas di Bumi Handayani,” kata Ismono.

Ia menambahkan, Puskesmas Nglipar sebenarnya telah mengajukan permintaan agar mendapatkan layanan kesehatan jiwa melalui mahasiswa magang profesi. Namun, pada tahap awal program masih difokuskan di wilayah Wonosari dan Karangmojo.

“Sebenarnya untuk Puskesmas Nglipar sudah mengajukan agar ada layanan ini oleh mahasiswa magang profesi, tapi di tahap awal difokuskan di Kapanewon Wonosari dan Karangmojo,” ujarnya.

DPRD Dorong Layanan Jiwa Diperluas

Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul Heri Purwanto mendukung langkah Pemkab Gunungkidul meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, termasuk layanan kesehatan jiwa di puskesmas.

Menurut dia, pelayanan kesehatan merupakan salah satu program prioritas karena berkaitan langsung dengan kemudahan masyarakat dalam memperoleh layanan dasar.

“Harus terus ditingkatkan dan layanan yang diberikan juga harus semakin mudah sehingga Masyarakat dapat memanfaatkannya untuk menjaga kesehatan,” kata Heri.

Ia menilai tingginya kasus bunuh diri di Bumi Handayani perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah. DPRD, kata dia, terus mendorong pemkab agar menyediakan layanan kesehatan jiwa di puskesmas sesuai arahan pemerintah pusat.

Namun, hingga kini layanan tersebut belum dapat diterapkan secara menyeluruh karena keterbatasan kemampuan anggaran daerah.

“Kami sudah sering mengingatkan tentang layanan ini, tapi belum bisa dilakukan karena masalah kemampuan anggaran,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |