
Dosen Universitas Islam Indonesia (UII) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan fokus pada penguatan manajemen dan tata kelola sampah desa. Kegiatan ini dilakukan untuk membantu Pemerintah Desa Kalibening membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih teratur, transparan, dan mudah diakses masyarakat./ Ist
MAGELANG — Persoalan pengelolaan sampah masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi masyarakat Desa Kalibening, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Penumpukan sampah yang belum dapat diangkut secara teratur, ditambah masih adanya warga yang membuang sampah sembarangan di halaman rumah, kebun, hingga sungai, menyebabkan lingkungan menjadi kotor dan menimbulkan bau tidak sedap.
Melihat kondisi tersebut, dosen Universitas Islam Indonesia (UII) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan fokus pada penguatan manajemen dan tata kelola sampah desa. Kegiatan ini dilakukan untuk membantu Pemerintah Desa Kalibening membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih teratur, transparan, dan mudah diakses masyarakat.
Kegiatan pengabdian tersebut dilakukan oleh Mellisa Fitri Adriyani Muzakir, dosen Program Sarjana Terapan Bisnis dan Digital, Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) UII. Dalam kegiatan tersebut, Mellisa mendampingi pemerintah desa dalam penyusunan Peraturan Desa (Perdes) tentang Tata Kelola Sampah, sekaligus mengembangkan inovasi berupa Aplikasi Digital Sampah Desa Kalibening.
Menurut Mellisa, persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan tempat pembuangan maupun pengangkutan, tetapi juga membutuhkan sistem pengelolaan yang jelas serta partisipasi aktif masyarakat.
“Pengelolaan sampah membutuhkan aturan yang jelas, sistem yang teratur, dan keterlibatan masyarakat. Karena itu, kami mencoba mendampingi Desa Kalibening tidak hanya dari sisi penyusunan peraturan desa, tetapi juga melalui pemanfaatan teknologi digital,” ujarnya.
Melalui Perdes tentang tata kelola sampah, pemerintah desa diharapkan memiliki dasar yang lebih kuat dalam mengatur mekanisme pengelolaan sampah di tingkat masyarakat. Aturan tersebut dapat menjadi pedoman bagi warga dalam membuang dan mengelola sampah, termasuk mengatur kewajiban masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Selain penyusunan regulasi, kegiatan pengabdian juga menghadirkan inovasi digital berupa Aplikasi Digital Sampah Desa Kalibening. Aplikasi tersebut dirancang agar dapat diakses masyarakat melalui telepon seluler.
Melalui aplikasi tersebut, warga nantinya dapat memperoleh informasi mengenai jadwal pengambilan sampah dan pembayaran iuran sampah. Dengan sistem digital ini, informasi yang sebelumnya disampaikan secara manual diharapkan dapat diakses masyarakat dengan lebih mudah dan cepat.
Pemanfaatan teknologi digital tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong tata kelola pemerintahan desa yang lebih efektif dan transparan. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima layanan, tetapi juga dapat memperoleh informasi secara langsung mengenai sistem pengelolaan sampah yang diterapkan di desa.
Mellisa berharap penerapan regulasi dan aplikasi digital tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Kalibening untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai.
“Harapannya, masyarakat semakin sadar bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Dengan adanya aturan dan dukungan teknologi, masyarakat dapat mengetahui kapan sampah akan diambil dan bagaimana mekanisme pembayaran iurannya,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian tersebut, Mellisa juga mendapatkan dukungan dari mahasiswa KKN UII Angkatan 73 Tahun 2026. Para mahasiswa turut membantu proses pendampingan masyarakat dan pemerintah desa dalam memperkenalkan sistem pengelolaan sampah serta penggunaan aplikasi digital kepada warga.
Keterlibatan mahasiswa KKN diharapkan dapat memperkuat proses edukasi dan pendampingan di tingkat masyarakat. Mahasiswa dapat berinteraksi langsung dengan warga sekaligus membantu memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan sampah secara tertib.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam membantu menyelesaikan persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat. Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Ke depan, Desa Kalibening diharapkan dapat menjadi contoh bahwa pengelolaan sampah di tingkat desa dapat diperkuat melalui kombinasi antara regulasi, partisipasi masyarakat, dan pemanfaatan teknologi digital.
Upaya tersebut diharapkan mampu mengurangi kebiasaan membuang sampah sembarangan, mencegah penumpukan sampah, menjaga kebersihan sungai, serta menciptakan lingkungan Desa Kalibening yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539824/original/003583100_1774624130-IMG_6564.JPG.jpeg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324850/original/079448900_1755868038-Elkan-Baggott.jpg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5215189/original/094397100_1746795977-20250509AA_Persija_Jakarta_vs_Bali_United-8.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558829/original/015961100_1776485350-IMG_20260418_120558_524.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5399789/original/029438800_1762005007-Dewa_United_vs_Shan_United-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9156133/original/040188200_1783083936-1000458903.jpg)