Jumali Sabtu, 01 Agustus 2026 16:47 WIB

Paspor, visa - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Minat masyarakat Amerika Serikat terhadap paspor edisi peringatan 250 tahun kemerdekaan ternyata meledak di luar perkiraan. Departemen Luar Negeri AS pun merespons dengan menyediakan tambahan 250.000 paspor bergambar Presiden Donald Trump yang akan tersedia di berbagai wilayah mulai Agustus 2026.
Keputusan ini diambil setelah permintaan publik terhadap dokumen perjalanan edisi terbatas yang dijuluki "Patriot Passport" itu sangat tinggi. Sebelumnya, paspor ini hanya tersedia bagi pemohon yang datang langsung ke Washington Passport Agency di Washington, D.C. Kini, kesempatan untuk memiliki paspor edisi khusus ini diperluas melalui acara pengajuan yang digelar di sejumlah kantor dan pusat paspor di berbagai kota AS.
"Karena tingginya permintaan, sebanyak 250.000 paspor edisi peringatan akan segera tersedia di berbagai wilayah di Amerika Serikat," demikian pernyataan resmi Departemen Luar Negeri AS. Acara pengajuan paspor khusus akan dimulai pada Sabtu (8/8/2026).
Kota-kota yang masuk dalam jadwal awal antara lain Detroit, New Orleans, New York, Chicago, Centennial (Colorado), Dallas, dan Stamford (Connecticut). Selanjutnya, program ini akan diperluas ke 27 kantor paspor di seluruh negeri sepanjang Agustus dan September 2026. Bagi warga AS yang tinggal di luar negeri, sayangnya paspor ini tidak tersedia melalui Kedutaan Besar atau Konsulat AS.
Patriot Passport merupakan paspor edisi peringatan 250 tahun Amerika Serikat yang dirancang khusus untuk merayakan momen bersejarah tersebut. Yang membuatnya istimewa, paspor ini menampilkan potret Presiden Donald Trump pada halaman dalam—sebuah langkah yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Trump menjadi presiden pertama yang gambarnya tercantum dalam dokumen perjalanan warga negara.
Halaman sampul dalam menampilkan foto Trump di atas latar naskah Deklarasi Kemerdekaan 4 Juli 1776, dengan tanda tangan berwarna emas di bawah fotonya. Sampul belakang dihiasi bendera AS berwarna emas dengan angka 250 yang dikelilingi bintang. Desain sampul depan juga mengalami perubahan, dengan tulisan "United States of America" di bagian atas dan "Passport" di bagian bawah—berbeda dari desain standar yang ada saat ini.
Meskipun cakupan pengajuannya diperluas, Patriot Passport tetap diterbitkan dalam jumlah terbatas dan tidak menggantikan desain paspor AS yang biasa. Paspor edisi ini memiliki 26 halaman, sama seperti paspor AS standar. Fitur keamanan yang digunakan pada paspor AS tetap dipertahankan, sehingga dokumen ini sama amannya dengan paspor biasa.
Penting untuk dicatat bahwa paspor ini tidak akan diperoleh jika pemohon mengajukan secara daring, mengirim permohonan melalui pos, mendatangi fasilitas penerimaan biasa, atau mengurusnya melalui Kedutaan Besar maupun Konsulat AS di luar negeri. Pemohon harus membuat janji temu terlebih dahulu untuk datang langsung ke acara khusus. Janji temu hanya bisa dilakukan melalui telepon, bukan secara daring. Jadwal lengkap lokasi acara pengajuan paspor tersedia di situs resmi Departemen Luar Negeri AS.
Patriot Passport diajukan menggunakan formulir DS-82 atau DS-11, dengan biaya dan waktu pemrosesan mengikuti ketentuan paspor AS yang biasa. Setelah selesai diproses, paspor akan dikirimkan kepada pemohon. Bagi pemohon yang tidak menginginkan desain edisi Trump, tersedia cara untuk menghindarinya. Mereka dapat memilih opsi buku paspor besar berisi 52 halaman saat mengajukan permohonan secara langsung di Kantor Paspor Washington, D.C., karena paspor edisi peringatan hanya tersedia dalam buku standar 26 halaman.
Selain itu, pemohon juga dapat mengajukan permohonan secara daring, melalui pos, di fasilitas penerimaan seperti perpustakaan atau kantor pos, atau di Kedutaan Besar AS di luar negeri untuk mendapatkan paspor reguler. Langkah ini memberikan pilihan bagi mereka yang lebih memilih desain paspor standar tanpa gambar presiden petahana.
Dengan adanya dua opsi ini, warga AS dapat memilih sesuai preferensi masing-masing, apakah ingin memiliki koleksi paspor edisi terbatas bersejarah atau tetap menggunakan desain standar yang sudah ada. Bagi para kolektor dan pendukung Trump, "Patriot Passport" menjadi barang incaran yang bernilai historis.
Sementara bagi yang tidak tertarik, paspor reguler tetap tersedia tanpa perubahan. Antrean panjang dan tingginya permintaan diprediksi akan terjadi di setiap lokasi acara, sehingga pemohon disarankan untuk segera membuat janji temu begitu jadwal diumumkan. Ini adalah momen langka yang mungkin tidak akan terulang di masa mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































