Nutrifood Ajak Guru PJOK Bangun Ekosistem Hidup Sehat di Sekolah

7 hours ago 8

Nutrifood Ajak Guru PJOK Bangun Ekosistem Hidup Sehat di Sekolah

CEO Nutrifood Mardi Wu (tengah) berfoto bersama para guru PJOK dalam Perayaan Belajar dan Festival Gaya Hidup Sehat 2026 Health Talks di Nutrihub Jogja, Sabtu (1/8/2026). Program tersebut bertujuan mendorong guru PJOK menjadi penggerak budaya hidup sehat di lingkungan sekolah./ Harian Jogja - Stefani Yulindriani

JOGJA—Nutrifood mendorong guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) menjadi motor penggerak budaya hidup sehat di lingkungan sekolah. Melalui program yang telah memasuki tahun kedua, perusahaan berharap sekolah menjadi tempat terbaik untuk menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak dini.

CEO Nutrifood, Mardi Wu, mengatakan membangun ekosistem hidup sehat membutuhkan keterlibatan banyak pihak, terutama guru PJOK yang berinteraksi langsung dengan peserta didik setiap hari.

"Kami percaya bahwa membangun ekosistem hidup sehat itu harus ada pergerakannya. Dan kami percaya pergerakan yang paling utama dimulai dari setiap orang, termasuk Bapak dan Ibu guru PJOK," ujarnya dalam Perayaan Belajar dan Festival Gaya Hidup Sehat 2026 Health Talks di Nutrihub Jogja, Sabtu (1/8/2026).

Menurut Mardi, Nutrifood ingin berbagi pengalaman dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan perusahaan agar dapat diterapkan di sekolah. Program yang dijalankan bersama Yayasan Belajar itu memberikan pembekalan kepada guru PJOK agar mampu menjadi agen perubahan dan penggerak gaya hidup sehat di sekolah masing-masing.

Ia menilai sekolah merupakan tempat yang tepat untuk membentuk kebiasaan hidup sehat karena perubahan perilaku perlu ditanamkan sejak usia dini. Program tersebut telah dilaksanakan di berbagai daerah, seperti Semarang, Ambon, Medan, Samarinda, Makassar, dan sejumlah kota lainnya di Indonesia.

Mardi menjelaskan, gaya hidup sehat bertumpu pada tiga pilar utama, yakni nutrisi, aktivitas fisik, serta istirahat dan pengelolaan stres. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pangan, Nutrifood tidak hanya memproduksi makanan sehat, tetapi juga berupaya menerapkan budaya hidup sehat di lingkungan kerja.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyediakan makan siang bergizi gratis bagi karyawan di kantor pusat dan pabrik selama sekitar 20 tahun terakhir. Namun, menurutnya, membangun kebiasaan makan sehat bukan perkara mudah.

Ia mencontohkan, ketika perusahaan menghapus gorengan dari menu kantin dan koperasi karyawan, kebijakan tersebut sempat menuai penolakan hingga muncul "pasar gelap" gorengan di lingkungan kerja.

"Perubahan perilaku memang membutuhkan waktu. Yang terpenting adalah membangun kesadaran bahwa pola makan sehat membawa manfaat bagi kesehatan," katanya.

Selain itu, penyediaan makanan sehat juga membutuhkan biaya lebih tinggi dibandingkan katering biasa karena menu yang direbus atau ditumis umumnya lebih mahal daripada makanan yang digoreng.

Mardi menambahkan, tantangan lain yang perlu dihadapi adalah rendahnya literasi nutrisi masyarakat. Ia mengutip informasi yang menyebutkan lebih dari separuh konten mengenai nutrisi yang beredar di media sosial mengandung misinformasi atau hoaks.

Karena itu, peningkatan literasi nutrisi dinilai menjadi kunci agar masyarakat mampu memilah informasi yang benar sekaligus menerapkan pola makan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini, guru PJOK diharapkan dapat menjadi salah satu pihak yang menyebarluaskan pengetahuan tersebut kepada peserta didik.

Menurutnya, perubahan gaya hidup di sekolah tidak harus selalu dimulai dengan larangan, melainkan melalui edukasi mengenai pembatasan konsumsi gula, garam, dan lemak, serta pemahaman tentang komposisi makanan yang seimbang. Ia mencontohkan kebiasaan mengonsumsi nasi dan mi secara bersamaan atau penggunaan saus dan kecap secara berlebihan sebagai pola makan yang perlu diedukasi kepada anak-anak.

Dalam kesempatan yang sama, The New L-Men of The Year 2026, Galank Gunawan, mengatakan tubuh yang sehat dibangun melalui tiga aspek utama, yakni nutrisi, latihan, dan pemulihan (recovery). Menurutnya, masyarakat perlu memahami teknik latihan yang benar sekaligus memenuhi kebutuhan gizi, terutama protein, untuk mendukung kebugaran tubuh.

Galank juga mengajak masyarakat mengurangi konsumsi gorengan, mi instan, dan minuman manis, serta memperbanyak konsumsi buah, sayur, dan sumber protein. Ia berharap guru PJOK dapat menjadi teladan bagi para murid dengan menerapkan gaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

"Guru PJOK harus memberikan teladan yang baik kepada murid-muridnya supaya mereka menjadi generasi yang kuat dan sehat. Jangan sampai guru PJOK merokok di depan murid-muridnya," ujarnya. (Advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |