Musim Kemarau Tiba, Ini Cara Aman Liburan di Cuaca Panas

1 hour ago 2

Musim Kemarau Tiba, Ini Cara Aman Liburan di Cuaca Panas

Sejumlah pengunjung bermain di Pantai Indrayanti di Kalurahan Tepus, Tepus, Minggu (19/7/2026). Harian Jogja/David Kurniawan\r\n

Harianjogja.com, JOGJA—Liburan saat cuaca panas tetap menjadi pilihan banyak wisatawan selama musim kemarau. Langit cerah dan minim hujan memang membuat aktivitas wisata lebih leluasa dilakukan, terutama di destinasi luar ruangan. Namun, suhu yang tinggi juga dapat meningkatkan risiko dehidrasi, kelelahan akibat panas, hingga gangguan kesehatan lainnya jika tidak diantisipasi dengan baik.

Karena itu, wisatawan tidak cukup hanya menyiapkan itinerary atau daftar tujuan perjalanan. Persiapan terkait pakaian, perlengkapan pelindung diri, waktu beraktivitas, hingga pemilihan destinasi juga perlu diperhatikan agar perjalanan tetap nyaman di tengah cuaca terik. Berikut sejumlah tips yang dapat diterapkan saat berwisata pada musim kemarau.

Pilih Pakaian Ringan dan Longgar

Pakaian menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi kenyamanan selama liburan saat cuaca panas. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), badan di bawah Departemen Kesehatan Amerika Serikat, merekomendasikan penggunaan pakaian yang ringan, longgar, serta berwarna terang.

Pilihan tersebut membantu sirkulasi udara di sekitar tubuh sekaligus mengurangi paparan panas matahari secara langsung.

Untuk bahan pakaian, linen dapat menjadi alternatif karena mampu menyerap kelembapan dan memberikan ruang bagi udara untuk bersirkulasi. Katun ringan juga masih menjadi pilihan yang nyaman, meski pada kondisi sangat panas dan lembap bahan tersebut dapat terasa lebih menempel di kulit.

Siapkan Topi atau Payung

Ketika agenda perjalanan didominasi aktivitas luar ruangan, membawa topi atau payung dapat membantu mengurangi paparan panas. CDC merekomendasikan penggunaan topi, terutama yang memiliki tepian lebar agar area wajah dan kepala mendapatkan perlindungan lebih baik dari sinar matahari.

Selain topi, payung juga dapat menjadi perlengkapan yang berguna, terutama saat mengunjungi destinasi yang minim tempat berteduh.

National Geographic menyebutkan bahwa bayangan dari payung maupun pepohonan dapat membantu mengurangi paparan panas secara langsung selama beraktivitas di luar ruangan.

Atur Jadwal Aktivitas Outdoor

Waktu beraktivitas juga berpengaruh terhadap kenyamanan selama perjalanan. Wisatawan sebaiknya tidak menempatkan seluruh agenda luar ruangan pada saat suhu sedang berada di titik tertinggi.

Aktivitas seperti berjalan kaki, menjelajahi kota, maupun hiking dapat dilakukan pada pagi atau sore hari ketika udara relatif lebih sejuk.

Sementara itu, waktu siang dapat dimanfaatkan untuk beristirahat atau mengunjungi lokasi yang berada di dalam ruangan sehingga tubuh tidak terus-menerus terpapar panas.

Pilih Destinasi yang Memiliki Area Teduh

Saat menyusun rencana perjalanan, wisatawan dapat mempertimbangkan destinasi yang menyediakan area teduh atau fasilitas dalam ruangan.

Tempat wisata yang memiliki banyak pepohonan, museum, galeri, pusat perbelanjaan, maupun fasilitas indoor dapat menjadi pilihan untuk mengurangi intensitas paparan sinar matahari.

CDC juga menyarankan masyarakat berada di ruangan berpendingin udara sebanyak mungkin ketika suhu udara sedang sangat tinggi.

Gunakan Sunscreen dan Kacamata Hitam

Perlindungan terhadap sinar matahari tidak cukup hanya mengandalkan pakaian dan topi. Penggunaan sunscreen atau tabir surya serta kacamata hitam juga menjadi bagian penting selama beraktivitas di luar ruangan.

Tabir surya membantu melindungi kulit dari paparan sinar matahari, sedangkan kacamata hitam dapat membantu menjaga kenyamanan mata ketika berada di bawah cahaya yang terik.

Sunscreen juga perlu digunakan kembali sesuai petunjuk pada kemasan, terutama setelah berkeringat atau melakukan aktivitas yang berkaitan dengan air.

Jaga Asupan Cairan Tubuh

Kehilangan cairan menjadi salah satu risiko yang paling sering terjadi saat cuaca panas. Oleh karena itu, wisatawan perlu memastikan tubuh tetap terhidrasi sepanjang perjalanan.

CDC menyarankan konsumsi cairan nonalkohol lebih banyak ketika berada di lingkungan dengan suhu tinggi.

Selain membawa air minum, wisatawan juga sebaiknya beristirahat secara berkala dan tidak memaksakan diri melanjutkan aktivitas apabila mulai merasakan ketidaknyamanan akibat panas.

Jangan Abaikan Kondisi Tubuh Selama Perjalanan

Menikmati liburan saat musim kemarau tetap memungkinkan dilakukan dengan nyaman selama wisatawan mampu menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca. Mulai dari pemilihan pakaian, penggunaan perlindungan dari matahari, pengaturan waktu kegiatan, hingga menjaga kecukupan cairan tubuh menjadi langkah sederhana yang dapat membantu perjalanan tetap menyenangkan di tengah cuaca panas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |