Kampung Wisata di Kota Jogja Harus Lebih Aktif dan Rajin Promosi

3 hours ago 1

Kampung Wisata di Kota Jogja Harus Lebih Aktif dan Rajin Promosi

Kompleks Makam Kota Gede yang berada di Kampung Wisata Purbayan, Kotagede.(Instagram/@kamwispurbayan)

Harianjogja.com, JOGJA— DPRD Kota Jogja meminta Pemkot Jogja mengembangkan kampung wisata sebagai destinasi alternatif bagi wisatawan. Pengembangan tersebut dinilai perlu diawali dengan pemetaan kembali potensi dan persoalan yang ada di setiap kampung wisata.

Wakil Ketua DPRD Kota Jogja RM Sinarbiyat Nujanat mengatakan pengembangan kampung wisata membutuhkan kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Menurutnya, upaya tersebut tidak bisa hanya mengandalkan Dinas Pariwisata (Dinpar) Kota Jogja dan Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Jogja.

Potensi kampung wisata berkaitan dengan berbagai sektor, mulai dari UMKM, seni, budaya, kuliner, perdagangan hingga kelompok masyarakat. Karena itu, OPD terkait dinilai perlu turun langsung untuk melihat kondisi masing-masing kampung.

“Harus tahu masalah di kampung-kampung ini apa sebetulnya. Ada yang tumbuh, berkembang, tetapi ada yang kemudian mati, setengah mati, atau tinggal labelnya sebagai kampung wisata,” katanya Jumat (11/9/2026).

Kampung Wisata Perlu Dipetakan Kembali

Sinarbiyat meminta Pemkot Jogja melakukan pemetaan terhadap kampung yang telah mendapat label kampung wisata. Pemetaan tersebut mencakup identifikasi kampung wisata yang masih aktif maupun yang sudah tidak lagi memiliki kegiatan.

Menurutnya, langkah tersebut penting agar informasi mengenai kampung wisata yang disampaikan kepada wisatawan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Jangan sampai wisatawan datang setelah memperoleh informasi mengenai sebuah kampung wisata, tetapi tidak menemukan aktivitas yang dapat dinikmati.

“Jangan sampai sudah dilabel kampung wisata dan diinformasikan secara luas, tetapi ketika wisatawan datang ternyata tidak ada aktivitas. Ini bisa mengecewakan wisatawan dan berdampak pada citra pariwisata Kota Jogja,” ujarnya.

Sinarbiyat menilai Pemkot Jogja perlu lebih aktif mendatangi masyarakat untuk menggali potensi sekaligus mengetahui kendala yang dihadapi pengelola kampung wisata. Pendekatan tersebut dapat melibatkan RT, RW, rukun kampung, pelaku seni dan budaya, UMKM hingga kelompok tani.

OPD Diminta Ikut Kembangkan Potensi Kampung

Menurut Sinarbiyat, pemerintah kelurahan memiliki keterbatasan anggaran untuk mengembangkan seluruh potensi wilayah. Anggaran kelurahan harus dibagi untuk berbagai kebutuhan masyarakat sehingga diperlukan dukungan OPD dalam mengembangkan potensi yang ada.

Karena itu, kolaborasi lintas OPD dinilai penting agar pengembangan kampung wisata tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor pariwisata dan kebudayaan. Berbagai potensi di tingkat kampung dapat dikembangkan sesuai karakter dan kebutuhan masing-masing wilayah.

Promosi Kampung Wisata Harus Digencarkan

Selain pengembangan, Sinarbiyat mendorong promosi kampung wisata dilakukan secara berkala. Menurutnya, wisatawan selama ini lebih banyak mengenal destinasi yang telah menjadi ikon Kota Jogja, sementara potensi wisata berbasis kampung belum seluruhnya terangkat.

“Jangan sampai yang terinformasikan ke wisatawan hanya itu-itu saja. Destinasi wisata baru dan kampung-kampung wisata yang memang sudah layak juga harus terus dipromosikan,” katanya.

Promosi yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan dapat memperluas pilihan destinasi bagi wisatawan. Di sisi lain, pengembangan kampung wisata juga perlu memastikan destinasi yang dipromosikan memiliki aktivitas dan potensi yang sesuai dengan informasi yang diterima wisatawan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |