Newswire Jum'at, 11 September 2026 15:27 WIB

Foto ilustrasi penjual cabai keriting. - Antara
Harianjogja.com, BANYUMAS—Harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat di Banyumas, Jawa Tengah, mengalami kenaikan akibat terbatasnya pasokan sejumlah komoditas. Harga cabai rawit menjadi salah satu yang mengalami kenaikan dalam sekitar dua pekan terakhir.
Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Kabupaten Banyumas Gatot Eko Purwadi mengatakan kenaikan harga tersebut berkaitan dengan proses regenerasi tanaman di tingkat petani.
Harga Cabai Naik
Gatot mengatakan tanaman cabai lama mulai menghabiskan sisa produksi, sementara tanaman baru belum memasuki masa panen. Kondisi tersebut membuat pasokan cabai ke sejumlah pasar untuk sementara terbatas.
"Kalau yang cabai rawit memang sudah mengalami kenaikan sejak dua minggu yang lalu," katanya di Purwokerto, Banyumas, Jumat (11/9/2026).
Menurut dia, kondisi tersebut terjadi karena petani sedang melakukan regenerasi tanaman.
"Petani sedang regenerasi tanaman. Yang lama menghabiskan sisa tanam, kemudian yang baru ini masih menunggu panen," katanya.
Gatot berharap pasokan cabai kembali normal setelah tanaman baru memasuki masa panen. Dengan demikian, tekanan terhadap harga cabai di pasar dapat berkurang.
Harga cabai rawit di sejumlah pasar Banyumas bahkan telah berada di kisaran Rp60.000 hingga Rp70.000 per kilogram. Sementara itu, harga cabai keriting yang sebelumnya berkisar Rp45.000 hingga Rp50.000 per kilogram juga mulai mengalami kenaikan.
Harga Daging Sapi Ikut Naik
Selain cabai, harga daging sapi di Banyumas juga mengalami kenaikan. Kondisi tersebut dipengaruhi pasokan sapi yang masih terbatas karena belum terdapat penambahan ternak sejak momentum Hari Raya Idul Adha.
"Pasokannya agak terbatas, sehingga harga daging sapi naik dari kisaran Rp170.000 per kilogram menjadi Rp180.000 per kg," katanya.
Kenaikan harga juga mulai terlihat pada beras curah di sejumlah pasar. Gatot mengatakan kondisi tersebut antara lain dipengaruhi petani yang menahan penjualan hasil produksi kepada Bulog maupun pasar terbuka.
Menurut dia, petani cenderung menyimpan hasil panen untuk memenuhi kebutuhan sendiri karena memasuki masa paceklik dan masih menunggu datangnya musim hujan.
Meski harga beras curah mulai meningkat, Gatot memastikan ketersediaan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dari Bulog masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Namun untuk ketersediaan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dari Bulog masih aman dan mencukupi kebutuhan," katanya.
Rincian Harga Cabai di Pasar Manis Purwokerto
Berdasarkan pantauan di Pasar Manis Purwokerto, harga cabai rawit merah saat ini mencapai Rp75.000 per kilogram. Harga tersebut naik dari sebelumnya Rp72.500 per kilogram.
Harga cabai merah keriting juga meningkat dari Rp50.000 per kilogram menjadi Rp55.000 per kilogram. Sementara cabai merah besar naik dari Rp55.000 per kilogram menjadi Rp60.000 per kilogram.
Adapun harga cabai rawit hijau masih bertahan di kisaran Rp65.000 per kilogram.
Untuk beras curah, rata-rata harga mengalami kenaikan Rp500 per kilogram, tergantung varietas beras. Beras IR-64 biasa yang sebelumnya Rp14.500 per kilogram naik menjadi Rp15.000 per kilogram, sedangkan IR-64 super naik dari Rp16.500 per kilogram menjadi Rp17.000 per kilogram.
DPKUKM Pantau Harga dan Pasokan
Gatot mengatakan DPKUKM bersama pihak terkait terus memantau perkembangan harga dan pasokan berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Banyumas.
Pemantauan tersebut dilakukan agar ketersediaan kebutuhan pokok tetap terjaga sekaligus menjaga inflasi di wilayah Banyumas tetap terkendali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































