Ada Premanisme dan Pungli, Kapolri Minta Pengusaha Segera Lapor

3 hours ago 1

Newswire

Newswire Jum'at, 11 September 2026 14:27 WIB

Ada Premanisme dan Pungli, Kapolri Minta Pengusaha Segera Lapor

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. -Antara

Harianjogja.com, JAKARTA—Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meminta pengusaha dan pemilik usaha segera melapor kepada polisi jika menemukan aksi premanisme, pungutan liar (pungli), maupun kejahatan lain yang mengganggu kegiatan usaha dan iklim investasi di Indonesia.

Pesan tersebut disampaikan Sigit dalam acara Konsolidasi Akbar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Kawasan Industri MM2100, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (11/9/2026).

Kapolri Minta Premanisme Segera Dilaporkan

Sigit menegaskan kepolisian akan menindaklanjuti laporan mengenai gangguan keamanan yang dialami perusahaan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan investor terhadap Indonesia.

"Bagi pengusaha dan perusahaan yang masih menemukan aksi premanisme, pungli, maupun kejahatan lainnya, silakan dilaporkan. Saya minta kepolisian segera menindaklanjuti agar investor tidak ragu untuk masuk ke Indonesia," katanya dikutip dari keterangan resmi.

Menurut Sigit, stabilitas keamanan menjadi salah satu fondasi penting bagi keberlangsungan dunia usaha. Kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang terjaga dapat memberikan rasa aman kepada pekerja sekaligus menjamin kelancaran operasional perusahaan.

Situasi tersebut juga dinilai dapat memperkuat kepercayaan investor. Terlebih, Indonesia memiliki potensi besar sebagai tujuan investasi karena didukung kekayaan sumber daya alam, pasar domestik yang luas, serta pengembangan hilirisasi di berbagai sektor strategis.

Realisasi Investasi Capai Rp1.010,6 Triliun

Besarnya potensi investasi tersebut tercermin dari realisasi investasi nasional yang mencapai Rp1.010,6 triliun hingga semester I tahun 2026.

Karena itu, Sigit memastikan Polri akan terus memberikan perlindungan dan kepastian hukum agar kegiatan industri dapat berlangsung secara aman dan berkelanjutan.

"Polri ingin meyakinkan para pengusaha dan investor bahwa Indonesia merupakan tempat yang aman dan kondusif untuk berinvestasi. Polri akan terus memberikan jaminan keamanan agar kegiatan investasi dan dunia usaha dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan," ucapnya.

Perusahaan Diminta Penuhi Hak Pekerja

Di sisi lain, pemimpin Korps Bhayangkara tersebut mengingatkan perusahaan juga memiliki peran dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Hal itu dapat dilakukan dengan menaati regulasi, memenuhi hak-hak pekerja, serta membangun hubungan industrial yang adil dan harmonis.

Sigit menilai pekerja dan pengusaha merupakan dua unsur yang saling membutuhkan dalam keberlangsungan dunia usaha. Perusahaan membutuhkan dukungan pekerja untuk menjaga kegiatan produksi, sedangkan pekerja membutuhkan perusahaan yang sehat dan terus berkembang sebagai sumber penghidupan.

Oleh karena itu, Kapolri mendorong seluruh pihak mengedepankan komunikasi dan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan ketenagakerjaan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menjaga hubungan industrial tetap harmonis sekaligus mendukung keberlangsungan kegiatan usaha.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |