Misi Berat Ashley Cole: Hentikan 7 Laga Tanpa Menang Cesena

7 hours ago 3

Harianjogja.com, JOGJA—Legenda Arsenal dan Chelsea Ashley Cole memulai karier sebagai pelatih kepala Cesena dengan tantangan besar. Debutnya langsung diuji saat menghadapi Mantova di Serie B Italia pada pada Selasa (17/3/2026).

Laga tandang tersebut menjadi momen penting bagi Cole untuk membuktikan kapasitasnya sebagai pelatih kepala, terutama setelah Cesena terjebak dalam tren buruk tujuh pertandingan tanpa kemenangan. Publik klub berharap kehadiran mantan bintang Arsenal itu mampu mengangkat performa tim di sisa musim ini.

Pelatih berusia 45 tahun itu resmi ditunjuk sebagai kepala pelatih Cesena dengan kontrak hingga akhir musim. Manajemen klub juga menyertakan opsi perpanjangan apabila target yang ditetapkan dapat tercapai.

Penunjukan Cole diumumkan langsung oleh manajemen Cesena pada Minggu (16/3/2026) malam waktu setempat melalui pernyataan resmi klub.

“Seluruh keluarga Cesena FC sangat senang menyambut pelatih Ashley Cole untuk memimpin tim utama Bianconeri,” tulis pernyataan resmi klub.

“Kami menyampaikan sambutan hangat kepadanya serta stafnya di Cesena. Kami mendoakan mereka yang terbaik dalam petualangan baru ini,” lanjut pernyataan tersebut.

Keputusan menunjuk Cole memang cukup mengejutkan. Klub yang bermarkas di Stadion Orogel-Dino Manuzzi itu memberikan kesempatan kepada pelatih yang belum pernah menangani tim senior secara penuh.

Namun langkah tersebut sejalan dengan strategi pemilik klub, pengusaha Amerika Serikat Mike Melby, yang ingin membawa perspektif internasional ke dalam manajemen tim. Sosok Cole dinilai memiliki jaringan serta pengalaman global meski baru menjalani peran sebagai pelatih kepala.

Sebelum menerima tawaran Cesena, Cole lebih banyak mengasah kemampuan kepelatihan sebagai asisten. Ia pernah bekerja bersama tim nasional Inggris U-21 serta membantu staf pelatih senior England national football team.

Selain itu, Cole juga sempat menjadi bagian dari staf pelatih di sejumlah klub Inggris, seperti Derby County, Everton, dan Birmingham City. Dalam periode tersebut ia bekerja bersama beberapa mantan rekan setimnya, termasuk Frank Lampard dan Wayne Rooney.

Cole datang menggantikan Michele Mignani yang diberhentikan pada Jumat lalu setelah serangkaian hasil buruk yang dialami tim.

Saat ini Cesena berada di posisi kedelapan klasemen Serie B, yang merupakan batas terakhir zona playoff promosi ke kasta tertinggi Liga Italia.

Meski posisi tersebut masih memberikan peluang promosi, performa tim dalam beberapa pekan terakhir menimbulkan kekhawatiran di kalangan pendukung. Dalam tujuh pertandingan terakhir, Cesena hanya mampu mencatat tiga hasil imbang dan empat kekalahan tanpa satu pun kemenangan.

Akibat rentetan hasil tersebut, jarak poin dengan pesaing terdekat, FC Südtirol, kini tersisa dua poin saja dengan delapan pertandingan tersisa hingga akhir musim.

Dalam menjalankan tugas barunya, Cole tidak datang sendirian. Ia membawa sejumlah staf pelatih yang akan membantu proses adaptasi tim.

Salah satunya adalah Jack Mesure yang dipercaya sebagai asisten pelatih. Keduanya sebelumnya pernah bekerja bersama di Chelsea, tim nasional Inggris U-21, serta Everton.

Selain Mesure, staf kepelatihan Cesena juga diperkuat oleh Giorgio D'Urbano sebagai pelatih fisik, Paolo Stringara dan Nicola Capellini sebagai kolaborator teknis, serta Federico Agliardi yang bertugas sebagai pelatih kiper.

Pertandingan melawan Mantova akan menjadi kesempatan pertama bagi Cole untuk memimpin Cesena dari bangku cadangan. Bagi penggemar sepak bola, terutama pencinta Serie B, perjalanan legenda Arsenal tersebut sebagai pelatih di Italia tentu menjadi cerita menarik yang patut diikuti sepanjang sisa musim ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |