Jumali Jum'at, 15 Mei 2026 09:27 WIB

Minuman keras - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Segelas minuman beralkohol mungkin membuat suasana terasa lebih santai. Namun jika dikonsumsi terlalu banyak, alkohol dapat memicu gangguan seksual mulai dari sulit ereksi hingga menurunnya sensitivitas tubuh terhadap rangsangan.
Dilansir dari Healthline, dalam jumlah ringan, alkohol memang dapat memicu rasa euforia sementara karena memengaruhi sistem saraf pusat. Kondisi itu membuat sebagian orang merasa lebih santai, terbuka, dan tidak terlalu canggung saat berinteraksi dengan pasangan.
Meski begitu, efek tersebut tidak selalu berlangsung positif. Ketika dikonsumsi dalam jumlah besar, alkohol justru bekerja sebagai depresan yang memperlambat respons otak, aliran darah, dan sensitivitas tubuh terhadap rangsangan seksual.
Salah satu dampak yang paling sering terjadi adalah gangguan ereksi pada pria. Konsumsi alkohol berlebihan dapat menghambat aliran darah menuju penis sehingga ereksi menjadi lebih sulit terjadi atau dipertahankan.
Selain itu, alkohol juga disebut dapat memicu hormon yang berkaitan dengan tekanan darah tinggi dan gangguan ereksi. Jika kebiasaan minum alkohol berlebihan berlangsung terus-menerus, risiko disfungsi ereksi jangka panjang bisa meningkat.
Dampak lain juga dapat terjadi pada perempuan. Saat tubuh terangsang, aliran darah menuju organ intim seharusnya meningkat untuk membantu pelumasan alami. Namun konsumsi alkohol dalam jumlah tinggi dapat mengganggu proses tersebut sehingga vagina menjadi lebih kering.
Kondisi itu membuat hubungan intim terasa kurang nyaman karena memicu gesekan berlebihan hingga rasa nyeri saat berhubungan seksual.
Tidak hanya itu, alkohol juga dapat menurunkan sensitivitas tubuh terhadap sentuhan dan rangsangan. Walaupun awalnya membuat tubuh terasa rileks, konsumsi berlebihan justru memperlambat respons saraf dan menurunkan kenikmatan saat berhubungan intim.
Akibatnya, seseorang bisa menjadi lebih sulit mencapai orgasme meski aktivitas seksual berlangsung lebih lama.
Sejumlah ahli kesehatan menyebut efek alkohol terhadap hubungan intim sangat bergantung pada jumlah konsumsi dan kondisi tubuh masing-masing orang. Dalam kadar ringan, alkohol mungkin membantu sebagian orang merasa lebih nyaman secara emosional. Namun ketika melewati batas, dampaknya justru dapat menurunkan performa seksual dan kenyamanan bersama pasangan.
Karena itu, menjaga konsumsi alkohol tetap dalam batas wajar dinilai penting untuk mempertahankan kesehatan tubuh sekaligus fungsi seksual. Komunikasi yang baik, kondisi tubuh yang sehat, dan suasana nyaman bersama pasangan disebut lebih efektif membantu meningkatkan kualitas hubungan intim dibanding mengandalkan alkohol semata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































