Mini Cooper EV Asal China Ini Ludes Dipesan 30.000 Unit

5 hours ago 5

Jumali

Jumali Jum'at, 15 Mei 2026 10:57 WIB

Harianjogja.com, JOGJA— Pasar mobil listrik murah kembali memanas. Wuling sukses mencuri perhatian setelah model terbarunya, Binguo Pro, langsung diburu konsumen di Tiongkok bahkan sebelum peluncuran resminya digelar.

CarNewsChina melaporkan, dalam waktu kurang dari satu bulan sejak pemesanan dibuka pada 14 April 2026, lebih dari 30.000 unit sudah dipesan. Ribuan unit bahkan dilaporkan mulai dikirim ke tangan konsumen.

Lonjakan pemesanan ini menjadi sorotan besar di tengah perang harga mobil listrik yang semakin brutal di Tiongkok. Namun bagi calon pembeli di Indonesia, fenomena tersebut juga memunculkan harapan baru: mungkinkah mobil listrik bergaya retro-modern dengan harga lebih terjangkau ini segera masuk pasar nasional?

Wuling Binguo Pro merupakan versi pembaruan besar dari Binguo reguler yang pertama kali meluncur pada 2023. Desainnya kini tampil lebih modern tanpa meninggalkan ciri khas retro yang menjadi identitas utama seri Binguo. Lampu depan bulat tetap dipertahankan, tetapi bodinya dibuat lebih besar sehingga terlihat lebih proporsional sebagai hatchback listrik modern.

Mobil ini memiliki panjang 4.050 mm, lebar 1.758 mm, dan tinggi 1.580 mm dengan wheelbase 2.560 mm. Ukurannya membuat Binguo Pro mulai mendekati city car premium yang lebih nyaman digunakan untuk mobilitas harian maupun perjalanan luar kota ringan.

Di sektor performa, Wuling membekali Binguo Pro dengan motor listrik bertenaga 65 kW atau sekitar 87 daya kuda. Kecepatan maksimalnya diklaim mencapai 130 km/jam. Untuk kebutuhan baterai, Wuling menawarkan dua pilihan kapasitas berbasis Lithium Ferro Phosphate (LFP). Varian pertama menggunakan baterai 31,9 kWh dengan jarak tempuh hingga 330 km metode CLTC, sedangkan tipe tertinggi memakai baterai 37,9 kWh dengan jarak tempuh mencapai 403 km.

Yang paling menarik perhatian tentu soal harga. Di pasar Tiongkok, Wuling Binguo Pro dijual mulai 58.800 yuan hingga 72.800 yuan atau sekitar Rp133 juta sampai Rp165 jutaan. Angka tersebut jauh lebih murah dibanding banyak city car listrik lain di kelasnya.

Wuling juga memberikan pembeda penting antara tipe bawah dan tipe atas melalui sistem pendingin baterai. Varian standar masih memakai pendingin udara, sementara tipe tertinggi sudah menggunakan pendingin cair. Perbedaan ini sangat berpengaruh terhadap kemampuan fast charging.

Pada tipe dengan pendingin cair, pengisian daya dari 30% ke 80% diklaim hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit. Sementara varian pendingin udara membutuhkan sekitar 35 menit untuk pengisian serupa. Selain itu, tipe atas juga mendukung pengisian AC 6,6 kW yang lebih cepat dibanding tipe bawah dengan daya 3,3 kW.

Bagi konsumen Indonesia, keberhasilan Binguo Pro bisa menjadi sinyal penting bahwa pasar mobil listrik murah masih sangat potensial. Wuling sendiri sudah memiliki fasilitas produksi di Indonesia dan lebih dulu menjual BinguoEV dengan harga mulai Rp301 jutaan. Selisih harga yang sangat jauh dibanding versi Tiongkok membuat banyak konsumen mulai berharap Binguo Pro bisa hadir dengan harga lebih kompetitif di pasar nasional.

Jika benar masuk Indonesia, Binguo Pro berpotensi menjadi penantang serius di segmen city car listrik yang saat ini mulai dipadati pemain baru. Kombinasi desain retro, jarak tempuh cukup jauh, serta kemampuan fast charging cepat menjadi modal kuat untuk menarik konsumen muda maupun pengguna perkotaan.

Persaingan mobil listrik murah diperkirakan akan semakin sengit dalam beberapa tahun ke depan. Dan melihat ledakan pemesanan Binguo Pro di Tiongkok, Wuling tampaknya kembali menemukan formula yang tepat untuk menarik perhatian pasar massal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |