Migran Ilegal Bersembunyi di Ceuta, Spanyol Perketat Pengamanan

8 hours ago 3

Newswire

Newswire Minggu, 02 Agustus 2026 19:47 WIB

Migran Ilegal Bersembunyi di Ceuta, Spanyol Perketat Pengamanan

Migran ilegal di Ceuta dilaporkan bersembunyi untuk menghindari pemulangan ke Maroko. Spanyol memperketat pengamanan di wilayah perbatasan. /Antara.

Harianjogja.com, CEUTA—Migran ilegal yang memasuki wilayah Ceuta, daerah otonom Spanyol di pesisir utara Afrika, dilaporkan bersembunyi di berbagai lokasi untuk menghindari pemulangan ke Maroko. Kondisi tersebut terjadi di tengah meningkatnya pengamanan menyusul lonjakan kedatangan migran dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan laporan koresponden RIA Novosti pada Sabtu (1/8/2026), para migran ditemukan bersembunyi di bawah jembatan, atap bangunan, kawasan pantai, taman, saluran pembuangan, hingga sejumlah lokasi lain yang sulit dijangkau aparat.

Migran Tersebar dalam Kelompok Kecil

Ratusan migran dilaporkan masih berada di kawasan pesisir dan jalan-jalan di sekitar perbatasan Ceuta dengan Maroko.

Mereka bergerak dan bertahan dalam kelompok-kelompok kecil sehingga menyulitkan aparat keamanan untuk menemukan seluruh pendatang ilegal yang masih berada di wilayah tersebut.

Meski pemerintah telah menambah jumlah personel keamanan, keberadaan migran di sejumlah titik disebut masih jauh lebih banyak dibandingkan aparat patroli yang bertugas.

Banyak Migran Meminta Makanan dan Uang

Sebagian besar migran terlihat kelelahan setelah memasuki wilayah Ceuta. Mereka hanya membawa kantong kecil berisi makanan kering sebagai bekal.

Beberapa di antaranya dilaporkan menghampiri pejalan kaki untuk meminta makanan maupun uang.

Situasi tersebut juga berdampak pada aktivitas masyarakat setempat. Warga mulai menghindari kawasan pesisir di sekitar pos perbatasan Tarajal karena kondisi keamanan yang masih dinilai belum kondusif.

Lonjakan Migran Picu Krisis di Ceuta

Gelombang kedatangan migran dari Maroko meningkat tajam pada akhir Juli 2026.

Wali Kota Ceuta, Juan Jesus Vivas, pada Jumat menyebut sekitar 60.000 orang memasuki wilayah tersebut hanya dalam kurun waktu 24 jam.

Lonjakan tersebut kemudian memicu kerusuhan di sejumlah titik di Ceuta.

Sebagai respons, Pemerintah Spanyol mengerahkan tambahan personel kepolisian, Garda Sipil, serta militer untuk memperkuat pengamanan dan mengendalikan situasi di wilayah perbatasan.

Ceuta Jadi Jalur Utama Migrasi ke Eropa

Ceuta merupakan wilayah otonom Spanyol yang berada di pesisir utara Afrika dan berbatasan langsung dengan Maroko.

Bersama Melilla, Ceuta menjadi satu-satunya perbatasan darat antara Uni Eropa dan Afrika. Posisi geografis tersebut menjadikan kedua wilayah itu sebagai salah satu jalur utama migrasi ilegal menuju Eropa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |