Meninggal di Hong Kong, Jenazah Pekerja Migran Sleman Tiba di Godean

6 hours ago 4

Harianjogja.com, SLEMAN—Kabar duka datang dari pekerja migran Indonesia asal Sleman yang meninggal di Hong Kong. Jenazah Ruminah Marto Sudarmo telah dipulangkan ke kampung halamannya di Siderejo, di Godean, Sleman, dan diterima keluarga setelah proses pemulangan lintas negara selesai.

Pemulangan dilakukan setelah BP3MI Yogyakarta berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk KJRI Hong Kong. Jenazah diberangkatkan dari Hong Kong menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Jumat (6/4/2026) pukul 12.30 WIB, lalu dibawa melalui jalur darat hingga tiba di rumah duka pada Sabtu (7/4/2026) pukul 00.30 WIB.

Ketua Tim Pemulangan BP3MI Yogyakarta, Desy Laita, menjelaskan korban bekerja sebagai asisten rumah tangga di Hong Kong. Ia meninggal akibat multiple injuries setelah jatuh dari ketinggian.

“Meninggal karena multiple injuries. Setelah berkoordinasi, kami pulangkan jenazahnya menggunakan pesawat dan darat,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).

Pemulangan hingga Santunan untuk Keluarga

Proses pemulangan jenazah didampingi tim BP3MI Yogyakarta yang terdiri dari Agung Hidayat dan Anggitya Maharsi. Setibanya di Sleman, jenazah diserahkan kepada keluarga oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sleman, Epiphana Kristiyani.

Setelah pemakaman, BP3MI turut menyerahkan santunan kepada ahli waris yang diterima oleh anak almarhum, Risma. Penyerahan dilakukan dengan disaksikan keluarga, warga, dan perangkat pemerintah setempat.

Anggitya menyebut langkah ini sebagai bentuk kehadiran negara dalam melindungi pekerja migran Indonesia. “Ini bukti negara hadir dalam pelindungan pekerja migran Indonesia. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah harus terus diperkuat,” katanya.

Catatan Kasus PMI Sleman

BP3MI Yogyakarta mencatat sepanjang triwulan pertama 2026 terdapat satu PMI asal Sleman yang meninggal di negara penempatan. Sementara sejak awal 2024 hingga Oktober 2025, terdapat empat PMI asal Sleman yang dipulangkan dari luar negeri.

Pemulangan tersebut tidak hanya disebabkan kasus kematian, tetapi juga persoalan lain seperti keberangkatan nonprosedural hingga penelantaran.

Salah satu contoh adalah PMI asal di Condongcatur, Depok, Sleman, yang dipulangkan dari Congo, Afrika, karena tidak menerima gaji maupun haknya dari perusahaan.

Ketua Tim pada Bidang Penempatan Kerja Disnaker Sleman, I Gusti Ayu Diah Kurniasari, menjelaskan biaya pemulangan jenazah dari Hong Kong ditanggung oleh pihak majikan. Sementara biaya perjalanan dari Bandara Soekarno-Hatta ke rumah duka menjadi tanggung jawab perusahaan penempatan.

Disnaker Sleman berperan dalam koordinasi pemulangan hingga proses pemakaman bersama keluarga dan pemerintah kalurahan setempat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |