llustrasi penjara. - Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Tanggal 27 April bukan sekadar hari biasa. Ada sejumlah peringatan penting, mulai dari Hari Bakti Pemasyarakatan di Indonesia hingga Hari Tapir Sedunia yang berkaitan dengan isu lingkungan global.
Setiap peringatan tersebut membawa pesan berbeda, mulai dari kemanusiaan, demokrasi, kreativitas, hingga kepedulian terhadap kelestarian alam.
Di Indonesia, 27 April diperingati sebagai Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP). Momentum ini berakar dari perubahan sistem pemasyarakatan pada 1964 yang digagas oleh Sahardjo, Menteri Kehakiman saat itu. Ia memperkenalkan pendekatan baru terhadap narapidana, yakni pembinaan, bukan sekadar penghukuman.
Konsep tersebut menggantikan sistem penjara warisan kolonial yang cenderung represif. Kini, melalui HBP, masyarakat diajak melihat warga binaan sebagai individu yang memiliki kesempatan untuk berubah dan kembali ke tengah masyarakat. Dukungan sosial pun menjadi bagian penting dalam proses reintegrasi mereka.
Di tingkat global, 27 April juga diperingati sebagai Freedom Day di Afrika Selatan. Hari ini menandai pemilu demokratis pertama pada 1994 yang mengakhiri sistem apartheid, kebijakan diskriminasi rasial yang berlangsung puluhan tahun.
Dalam peristiwa bersejarah tersebut, Nelson Mandela terpilih sebagai presiden kulit hitam pertama setelah sebelumnya dipenjara selama 27 tahun. Peristiwa ini menjadi simbol perjuangan hak asasi manusia dan kesetaraan yang diakui dunia.
Bagi kalangan kreatif, 27 April juga dikenal sebagai World Design Day atau Hari Desain Grafis Internasional yang diprakarsai oleh International Council of Design. Peringatan ini menyoroti peran desain dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari komunikasi visual hingga pengaruhnya terhadap perilaku masyarakat.
Desain grafis kini menjadi bagian penting di era digital, termasuk dalam penyampaian informasi publik, pemasaran produk, hingga pengembangan teknologi antarmuka yang ramah pengguna.
Selain itu, ada pula World Tapir Day atau Hari Tapir Sedunia. Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran terhadap penurunan populasi tapir akibat perburuan liar dan kerusakan habitat.
Salah satu spesiesnya, Tapirus indicus, yang hidup di Asia termasuk Indonesia, kini berstatus terancam punah. Tapir memiliki peran penting dalam ekosistem sebagai penyebar biji yang membantu regenerasi hutan.
Beragam peringatan pada 27 April ini menunjukkan bahwa satu tanggal dapat memuat banyak makna, mulai dari isu kemanusiaan, demokrasi, kreativitas, hingga lingkungan. Setiap momentum tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap berbagai aspek kehidupan yang saling terhubung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































