Kadin Bidik Penguatan Tiga Pilar Penggerak Ekonomi Nasional

6 hours ago 4

Kadin Bidik Penguatan Tiga Pilar Penggerak Ekonomi Nasional

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie (tengah) seusai bertemu Menteri Perdagangan Budi Santoso di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (12/1/2026). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA—Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia akan memusatkan kontribusinya pada tiga sektor utama yang menjadi penopang perekonomian nasional, yakni konsumsi masyarakat, investasi swasta, dan ekspor. Ketiga komponen tersebut disebut menyumbang sekitar 92 persen produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengatakan fokus tersebut didasarkan pada data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan besarnya peran konsumsi, investasi swasta, dan ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, dunia usaha dinilai memiliki tanggung jawab besar untuk ikut memperkuat sektor-sektor tersebut.

"Melihat data BPS, hampir 92 persen ekonomi di PDB itu datang dari konsumsi masyarakat, investasi swasta, dan ekspor. Sehingga Kadin merasa terpanggil untuk berkontribusi di 92 persen ekonomi kita," ujar Anindya saat memberikan laporan dalam agenda Presidential Briefing Kadin Indonesia bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, di Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Menurut Anindya, kontribusi tersebut tidak hanya melibatkan perusahaan besar, tetapi juga mencakup pelaku usaha dari berbagai skala, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), koperasi, badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik daerah (BUMD), hingga perusahaan swasta di tingkat pusat maupun daerah.

"Ini termasuk tentunya UMKM, koperasi, BUMN, BUMD, perusahaan besar baik pusat maupun daerah. Oleh karenanya di sini hadir tentunya asosiasi-asosiasi yang terkait," katanya.

Anindya juga menyampaikan optimisme Kadin menghadapi tantangan ekonomi global tercermin dalam filosofi logo organisasi. Menurut dia, lambang perahu menggambarkan kemampuan pelaku usaha untuk bertahan dan berkembang dalam berbagai kondisi ekonomi.

"Kalau dilihat di logo Kadin itu memang di atasnya ada perahu. Perahu ini menandakan bahwa pengusaha yang kuat adalah pengusaha yang bisa mengarungi segala macam tipe lautan," ujarnya.

Selain itu, dua ekor kuda dalam logo Kadin melambangkan pentingnya kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah untuk mendorong pembangunan ekonomi nasional.

"Di dalam logo tersebut ada bukan satu kuda, dua kuda, yang artinya kita mesti kerja keras bahu-membahu untuk mendukung pemerintah," kata Anindya.

Ia menambahkan nilai yang selama ini menjadi pegangan Kadin tetap dipertahankan, yakni Tabah, Jujur, Setia, sebagai bentuk komitmen dunia usaha kepada bangsa dan negara.

"Logonya masih sama dari dulu, yaitu Tabah, Jujur, Setia. Tabah, Jujur, Setia untuk siapa? Untuk Merah Putih," tandas Anindya.

Sebelumnya, pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menyampaikan apresiasi terhadap kucuran dana pembangunan hingga Rp1.000 triliun pada era Presiden RI Prabowo Subianto untuk berbagai proyek infrastruktur, mulai dari Sekolah Rakyat hingga jaringan irigasi.

Ketua Umum Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Andi Rukman N. Karumpa mengatakan komitmen pemerintah memperkuat pembangunan nasional telah menumbuhkan optimisme sekaligus membuka peluang yang lebih besar bagi pelaku usaha jasa konstruksi di seluruh Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |