Jelang Lebaran, Bantul Bentuk Tim Cegah Penimbunan Sembako

5 hours ago 5

Jelang Lebaran, Bantul Bentuk Tim Cegah Penimbunan Sembako Kegiatan pasar murah kebutuhan pokok di Lapangan Karangtalun, Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, beberapa waktu lalu. ANTARA - Hery Sidik

Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul membentuk tim gabungan bersama kepolisian untuk mengawasi distribusi sembako dan mencegah penimbunan bahan pokok menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan stok pangan tetap aman dan harga tidak melonjak saat permintaan masyarakat meningkat menjelang Lebaran.

Tim gabungan tersebut bertugas melakukan pengawasan di sejumlah pasar dan jalur distribusi komoditas strategis guna mencegah praktik penimbunan bahan pokok yang dapat memicu kelangkaan dan kenaikan harga.

"Kita telah membentuk tim gabungan bersama kepolisian untuk melakukan pemantauan, terutama mencegah terjadinya penimbunan-penimbunan barang, karena penimbunan itu tindakan ilegal yang bisa dikenai hukuman," kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih di Bantul, Senin.

Menurut dia, praktik penimbunan bahan pangan berpotensi menimbulkan kelangkaan stok di pasaran yang kemudian berdampak pada kenaikan harga. Oleh karena itu, pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum melakukan pengawasan untuk memastikan distribusi komoditas strategis tetap berjalan normal.

"Untuk memastikan tidak ada penimbunan komoditi terutama komoditi strategis minyak goreng, tepung terigu, beras dan beberapa komoditi lain yang mungkin beberapa orang bisa atau dapat melakukan penimbunan untuk mencari keuntungan di saat masyarakat sedang membutuhkan," katanya.

Harga Pangan Mayoritas Turun

Meski pengawasan diperketat, pemantauan di sejumlah pasar rakyat menunjukkan stok bahan pokok di Bantul masih tersedia dan harga sebagian komoditas justru mengalami penurunan dibandingkan pekan sebelumnya.

"Sampai hari ini secara umum komoditi pangan itu cenderung turun kecuali cabai merah. Biasanya makin mendekati Lebaran itu permintaan akan naik, sesuai dengan hukum ekonomi jika permintaan naik, penawaran tetap maka harga akan terdongkrak," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Bantul, Prapta Nugraha, mengatakan fluktuasi harga kebutuhan pokok memang terjadi hampir setiap minggu, namun perubahan harga kali ini masih tergolong stabil.

"Memang fluktuasi harga tiap minggu sangat dinamis, yang terdeteksi turun seperti MinyaKita dari Rp16.100 menjadi Rp15.500, daging sapi menurun dari Rp140 ribu menjadi Rp138 ribu per kilogram, daging ayam turun dari Rp39.400 jadi Rp38.600 per kilogram, telur ayam dari Rp30 ribu jadi Rp28 ribu per kilogram. Yang ada kenaikan cukup signifikan di cabai rawit merah dari Rp89 ribu sekarang Rp94 ribu per kilogram," katanya.

Stok Bahan Pokok Dipastikan Aman

Pemerintah daerah juga memastikan ketersediaan stok pangan di pasar rakyat masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Idulfitri.

Berdasarkan data terbaru di Pasar Bantul, stok beras premium tercatat sekitar 12.500 kilogram, minyak goreng 2.184 liter, MinyaKita 1.104 liter, serta bawang merah sekitar 210 kilogram.

"Sementara posisi stok di pasar rakyat pasar tradisional data kami masih tersedia dalam jumlah yang cukup seperti di Pasar Bantul, Pasar Niten, Pasar Piyungan, Pasar Pijenan semua stok masih tersedia dan InsyaAllah nanti sampai Lebaran masih aman," katanya.

Dengan kondisi tersebut, Pemkab Bantul berharap masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan pokok menjelang Lebaran karena pasokan di pasar tradisional dipastikan tetap terjaga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |