Jangan Panik! DPR Sebut Fundamental Ekonomi RI Masih Kuat

4 hours ago 3

Jangan Panik! DPR Sebut Fundamental Ekonomi RI Masih Kuat

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun saat Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center, Sabtu (23/5/2026). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat

Harianjogja.com, JOGJA — Pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh kisaran Rp17.600 hingga Rp17.800 per dolar Amerika Serikat memicu kekhawatiran publik. Namun, Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menegaskan kondisi tersebut tidak mencerminkan krisis ekonomi seperti yang pernah terjadi pada 1998.

Menurutnya, fluktuasi rupiah saat ini lebih dipengaruhi sentimen pasar dan persepsi publik, bukan karena lemahnya fundamental ekonomi nasional.

“Kalau saat ini tantangan kita yang paling mendasar adalah melakukan edukasi seperti ini, meyakinkan masyarakat. Kita berhadapan kepada sebuah situasi antara fundamental versus sentimen, realitas melawan media sosial,” ujar Misbakhun dalam Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center, Sabtu (23/5/2026).

Ia menjelaskan, kondisi saat ini jauh berbeda dibanding krisis moneter 1998. Pada masa itu, nilai tukar rupiah melonjak drastis dari sekitar Rp2.400 hingga menembus Rp17.000 per dolar AS, disertai gelombang gagal bayar akibat utang luar negeri tanpa lindung nilai (hedging).

“Rupiah sekarang berada pada level 17.600 itu berangkat dari 16.000 sekian. Dan belum ada perbankan atau swasta yang mengumumkan gagal bayar,” katanya.

Misbakhun menegaskan, indikator fundamental ekonomi Indonesia masih berada dalam kondisi yang solid. Pertumbuhan ekonomi tetap positif, inflasi terkendali, serta neraca perdagangan mencatatkan surplus dalam jangka panjang.

“Artinya apa? Fundamental kita bagus,” tegasnya.

Di tengah dinamika tersebut, ia menyoroti pentingnya penguatan literasi keuangan masyarakat. Menurutnya, pemahaman publik terhadap sektor keuangan masih menjadi tantangan besar, mengingat kompleksitas sistem yang melibatkan banyak instrumen dan kebijakan.

“Memperkuat edukasi, kemudian meningkatkan literasi keuangan masyarakat itu pekerjaan yang paling berat. Karena harus melibatkan banyak masyarakat, sementara sektor keuangan itu sangat rumit, mulai dari bagaimana industri beroperasi sampai kebijakan makro dibuat,” ujarnya.

Ia pun mengapresiasi penyelenggaraan Jogja Financial Festival 2026 yang dinilai berhasil menarik perhatian publik, khususnya generasi muda, untuk lebih memahami isu keuangan.

“Saya memberikan apresiasi kepada LPS, Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, dan OJK yang telah membuat acara ini semakin menarik dan dihadiri masyarakat luas dalam rangka memperkuat edukasi sektor keuangan,” katanya.

Meski demikian, Misbakhun mengingatkan bahwa derasnya arus informasi di media sosial sering kali membentuk persepsi yang tidak sesuai dengan kondisi riil. Narasi krisis kerap muncul dan memicu kepanikan, meskipun situasi ekonomi sebenarnya stabil.

“Tapi kalau kita perhatikan media sosial, seakan-akan dunia ini mau runtuh. Realitas masyarakat baik-baik saja, tetapi framing di media sosial seolah krisis,” imbuhnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih kritis dalam menyaring informasi, termasuk yang dihasilkan oleh teknologi kecerdasan buatan.

“Jangan percaya terlalu berlebihan kepada AI yang kemudian dipakai untuk menebarkan ketakutan dan kekhawatiran,” katanya.

Di sisi lain, ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki kekuatan besar dari sisi sumber daya alam, mulai dari batu bara, minyak kelapa sawit, hingga nikel, yang menjadi penopang penting ekonomi nasional.

“Negara ini terlalu kaya untuk dikatakan sebagai negara yang mempunyai posisi bangkrut. Jangan percaya itu semua,” ucapnya.

Misbakhun menambahkan, tantangan utama saat ini terletak pada pengelolaan kebijakan fiskal dan moneter serta menjaga kepercayaan publik agar tidak mudah terpengaruh sentimen negatif yang berlebihan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |