
Umat Buddha menyaksikan pelepasan lampion dalam perayaan Hari Raya Waisak 25563 BE di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/5/2019) malam. /Harian Jogja/Nina Atmasari
Harianjogja.com, JOGJA—Perayaan Waisak Nasional 2570 BE/2026 akan digelar pada Jumat, 29 Mei 2026 dengan rangkaian kegiatan sakral yang berlangsung di sejumlah lokasi penting, mulai dari Kabupaten Grobogan hingga kawasan Candi Borobudur, Magelang.
Perayaan yang dikoordinasikan oleh WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia) ini menjadi salah satu momen keagamaan terbesar umat Buddha di Indonesia, sekaligus menarik perhatian masyarakat luas dan wisatawan.
Pengambilan Api Dharma dari Mrapen
Rangkaian Waisak diawali dengan prosesi pengambilan Api Dharma yang dilaksanakan di Situs Api Abadi Mrapen, Kabupaten Grobogan.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada:
07.00–15.30 WIB
Lokasi: Situs Api Abadi Mrapen
Api Dharma menjadi simbol penerangan dan kebijaksanaan dalam ajaran Buddha, yang kemudian akan dibawa ke rangkaian prosesi berikutnya.
Ritual di Candi Mendut
Setelah dari Mrapen, rangkaian dilanjutkan di Candi Mendut, Magelang, yang menjadi salah satu pusat kegiatan utama.
Agenda di lokasi ini meliputi:
15.30–19.00 WIB
Ritual pensakralan Api Dharma oleh para Sangha dan rohaniawan
Prosesi pradaksina (mengelilingi candi)
Ritual ini menjadi bagian penting dalam menyucikan Api Dharma sebelum dibawa ke puncak perayaan.
Persembahan dan Prosesi di Borobudur
Selanjutnya, kegiatan berlanjut di kawasan Candi Borobudur dengan berbagai agenda keagamaan:
08.00–15.00 WIB
Taman Aksobhya, Candi Borobudur
Persembahan suci dan makan bersama dalam tradisi Buddha Tantrayana
16.30–20.30 WIB
Candi Pawon & Sungai Progo
Prosesi larung pelita Purnama Siddhi
Prosesi ini sarat makna spiritual yang menggambarkan perjalanan menuju pencerahan.
Meditasi dan Doa Malam
Menjelang malam, umat Buddha akan mengikuti rangkaian meditasi dan doa bersama:
19.00 WIB – selesai
Graha Palpung Padmasambhava
Chenrezig Mantra dan Monlam Puja
19.00–21.00 WIB
Taman Kenari, Candi Borobudur
Meditasi malam dipimpin Bhikkhu Sangha Theravada
Meditasi ini menjadi penutup rangkaian Waisak yang penuh ketenangan dan refleksi diri.
Momentum Sakral dan Wisata Spiritual
Perayaan Waisak di kawasan Borobudur tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga momentum wisata spiritual yang menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah, termasuk wisatawan mancanegara.
Dengan rangkaian acara yang berlangsung sejak pagi hingga malam, masyarakat diimbau untuk menyesuaikan waktu kunjungan serta menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Waisak 2026 diharapkan kembali menghadirkan suasana damai, khidmat, dan penuh makna bagi seluruh umat Buddha serta masyarakat luas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































