Iran Klaim Hancurkan Jet F-35 AS dan Serang Pangkalan di Kuwait

9 hours ago 5

Iran Klaim Hancurkan Jet F-35 AS dan Serang Pangkalan di Kuwait

Asap mengepul di Teheran, Iran. Ledakan terdengar lagi di Teheran, Iran, 1 Maret 2026. ANTARA/Xinhua/Shadati

Harianjogja.com, ISTANBUL—Iran mengklaim telah menghancurkan tiga jet tempur F-35 milik Amerika Serikat di Pangkalan Udara Al Azraq di gurun timur Yordania serta menargetkan fasilitas strategis militer AS di Kuwait sebagai bagian dari aksi balasan terbaru atas serangan-serangan Amerika Serikat ke wilayahnya.

Selain serangan di Yordania, militer Iran juga mengklaim telah menyerang sejumlah fasilitas strategis militer Amerika Serikat di Pangkalan Udara Ahmed Al Jaber di Kuwait menggunakan drone pada Jumat (31/7/2026).

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dalam pernyataannya pada Kamis (30/7) menyebut Angkatan Udaranya melancarkan serangan dengan beberapa rudal balistik ke area penempatan dan hanggar pemeliharaan yang menampung sejumlah jet F-35 AS di Pangkalan Udara Al Azraq di gurun timur Yordania.

IRGC menyatakan serangan tersebut merupakan respons terhadap serangan AS yang mengenai dua rumah warga di Pulau Qeshm, Iran. IRGC mengklaim tiga pesawat F-35 hancur total, sedangkan tiga pesawat lainnya mengalami kerusakan parah.

Kelompok tersebut juga mengklaim sejumlah perwira serta personel teknis dan pemeliharaan tewas dalam serangan itu.

Pernyataan tersebut diumumkan beberapa jam setelah satu rudal menghantam rumah di Pulau Qeshm dan melukai dua orang di tengah serangkaian serangan AS di wilayah selatan Iran, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Mehr.

Sebelumnya pada Kamis (30/7/2026), militer Yordania mengatakan telah mencegat dan menembak jatuh lima rudal yang diluncurkan dari Iran menuju wilayah kerajaan tersebut. Insiden itu menjadi kejadian serupa selama empat hari berturut-turut.

Kemudian pada Rabu (29/7/2026), Yordania mengatakan telah menembak jatuh lima rudal setelah sebelumnya mencegat satu drone pada Selasa, dan dua drone pada Senin.

Perkembangan tersebut terjadi setelah Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan pasukan Amerika melancarkan serangan terhadap Iran sebagai respons atas apa yang disebutnya sebagai upaya serangan Iran terhadap pasukan AS di Timur Tengah sehari sebelumnya.

Selain menyerang pangkalan AS di Yordania, militer Iran mengklaim telah menargetkan sejumlah fasilitas strategis militer Amerika Serikat di Pangkalan Udara Ahmed Al Jaber di Kuwait dalam sebuah serangan drone pada Jumat (31/7/2026). Serangan itu disebut sebagai aksi balasan terbaru Iran atas serangan-serangan AS baru-baru ini ke negaranya.

Dikutip Al Jazeera, dalam pernyataan yang disiarkan kantor berita Tasnim, militer Iran mengatakan serangan tersebut menargetkan hanggar, sistem komunikasi satelit, serta gudang penyimpanan peralatan militer menggunakan drone.

Menurut pernyataan tersebut, serangan dilakukan sebagai respons atas serangan AS terhadap sebuah rumah warga di Pulau Qeshm. Militer Iran juga menyebut pangkalan di Kuwait tersebut sebagai pusat penting bagi operasi pengintaian udara dan dukungan operasional militer AS di kawasan.

Hingga Jumat dini hari waktu setempat, militer Kuwait maupun media pemerintah negara tersebut belum mengonfirmasi serangan terhadap pangkalan tersebut melalui akun media sosial berbahasa Inggris mereka.

Selama perang dengan AS pecah, Iran telah berulang kali melancarkan serangan balasan dengan menargetkan infrastruktur Amerika di negara-negara Arab, termasuk Kuwait.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |