Menus sarapan sehat. / Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA— Tidak semua makanan aman dipanaskan berulang kali. Sejumlah jenis pangan justru berisiko kehilangan nilai gizi hingga membentuk senyawa berbahaya jika kembali dipanaskan setelah melalui proses pengolahan bersuhu tinggi.
Ahli gizi Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes menjelaskan, makanan yang sebelumnya sudah dimasak pada suhu tinggi sebaiknya tidak dipanaskan ulang. Pemanasan berulang dapat menyebabkan penurunan zat gizi, kerusakan struktur nutrisi, hingga munculnya senyawa baru yang berdampak buruk bagi kesehatan.
“Kalau makanan itu sudah diolah dengan suhu tinggi, lalu dipanaskan ulang, risikonya bukan hanya penurunan zat gizi, tetapi juga pembentukan zat yang bersifat karsinogenik atau perubahan lemak menjadi sangat jenuh,” ujar Rita, dikutip dari Antara, Jumat (23/1/2026).
Menghangatkan Tak Sama dengan Memanaskan Lama
Rita menegaskan bahwa menghangatkan makanan tidak selalu merusak zat gizi. Kerusakan nutrisi terjadi ketika makanan dipanaskan hingga titik didih dalam waktu lama atau melalui proses penggorengan ulang.
“Kalau hanya dihangatkan sampai sekitar 60 derajat Celsius, itu relatif aman. Yang bermasalah ketika makanan kembali digoreng atau dipanaskan lama sampai mendidih,” jelas alumnus Universitas Indonesia tersebut.
Ia mencontohkan, makanan yang mengalami proses menggoreng ulang berpotensi besar kehilangan zat gizi dan membentuk senyawa berisiko bagi tubuh.
Gorengan dan Pangan Olahan Perlu Diwaspadai
Pengolahan makanan dengan suhu tinggi, terutama metode deep frying, menjadi perhatian utama. Risiko akan meningkat apabila minyak yang digunakan juga dipakai berulang kali.
“Kalau makanan digoreng untuk kedua kali, apalagi dengan minyak bekas, itu sudah berisiko tinggi. Zat gizinya turun dan senyawa berbahaya bisa terbentuk,” tutur Ketua Pengurus Pusat Indonesian Sport Nutritionist Association (PP ISNA) periode 2019–2024 itu.
Selain gorengan, Rita menyarankan agar makanan yang dibakar juga tidak dipanaskan ulang. Begitu pula pangan olahan seperti sosis, kornet, dan daging olahan lainnya.
“Pangan olahan prosesnya sudah panjang dan melibatkan suhu tinggi. Memanaskannya kembali tidak dianjurkan,” ujarnya.
Sayuran Tinggi Nitrat Tak Dianjurkan Dipanaskan Ulang
Jenis makanan lain yang perlu dihindari untuk dipanaskan berulang adalah pangan yang mengandung nitrat tinggi. Menurut Rita, nitrat dapat berubah menjadi nitrit ketika dipanaskan, yang berbahaya bagi kesehatan.
“Nitrat yang berubah menjadi nitrit itu tidak baik untuk pembuluh darah dan bersifat karsinogenik,” katanya.
Beberapa contoh makanan tinggi nitrat antara lain bayam, kale, sayuran hijau, serta kentang.
Protein Masih Aman dengan Catatan
Rita menambahkan, makanan tinggi protein masih relatif aman dipanaskan ulang selama proses awal pengolahannya tidak menggunakan suhu tinggi, seperti direbus, ditumis ringan, atau dioseng.
Namun, makanan berprotein hewani yang sudah digoreng, seperti telur ceplok, sebaiknya tidak dipanaskan ulang.
“Kalau telur orak-arik dengan suhu kecil, lalu dipanaskan sebentar masih aman. Telur rebus juga boleh dihangatkan sebentar. Yang perlu dihindari adalah telur goreng dipanaskan ulang,” jelas Dosen Pascasarjana Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Faletehan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


















































