Warga memantau pergerakan saham melalui gawainya di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (18/3/2025). Antara - Sulthony Hasanuddin
Harianjogja.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatatkan tonggak penting pada awal 2026. Pada perdagangan Kamis (8/1/2026) sekitar pukul 10.05 WIB, indeks sempat menyentuh level 9.000,54, rekor tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai capaian ini bukan sekadar euforia sesaat. Dengan melihat tren penguatan yang sudah terbentuk sejak akhir 2025, ia yakin IHSG masih punya ruang melaju lebih jauh di tahun ini.
“Sepertinya akan berkelanjutan terus kenaikannya di 2026 ini. Kalau Anda lihat, IHSG sempat menembus 9.000,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Januari 2026, Kamis.
Menurut dia, rekor baru IHSG mencerminkan pulihnya kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional. Pemerintah, lanjutnya, telah menjalankan sejumlah program pembangunan yang mulai terlihat hasilnya sehingga memperbaiki sentimen pelaku pasar.
“Mereka melihat kita bekerja dengan serius, dan dampaknya kepada perekonomian sudah mulai kelihatan,” ungkapnya.
Kuat di Tengah Tekanan Global
Menariknya, IHSG justru bergerak menguat ketika banyak bursa saham Asia dan pasar global berada dalam tekanan. Kondisi ini membuat pasar saham Indonesia tampil menonjol dibanding negara lain di kawasan.
Analis BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menilai penguatan indeks masih berpotensi berlanjut seiring derasnya arus sentimen positif dari dalam negeri.
Dampak Sentimen Internasional
Dari sisi global, pasar masih menyoroti pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai rencana penerimaan hingga 50 juta barel minyak dari otoritas sementara Venezuela. Pernyataan tersebut menimbulkan kekhawatiran akan kelebihan pasokan minyak dunia.
Selain itu, komentar Trump terkait pembatasan dividen dan buyback bagi perusahaan pertahanan sebelum penyelesaian keluhannya kepada industri tersebut turut memberi tekanan psikologis ke pasar global.
Kebijakan Dalam Negeri Ikut Menopang
Di sisi domestik, pemerintah tengah menyiapkan langkah pemangkasan target produksi mineral dan batu bara dalam RKAB 2026. Penyesuaian ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan komoditas, sekaligus mendorong pemulihan harga yang sempat tertekan akibat surplus produksi tahun sebelumnya.
Kebijakan ini dipandang berpotensi memberi angin segar pada saham-saham sektor pertambangan yang sepanjang tahun lalu mengalami tekanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara

















































