IHSG Melonjak 4 Persen Usai AS dan Iran Sepakati Perdamaian

6 hours ago 5

IHSG Melonjak 4 Persen Usai AS dan Iran Sepakati Perdamaian

Foto ilustrasi. Karyawan melintas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Harianjogja.com, JAKARTA—Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Senin (15/6/2026) di zona hijau dengan penguatan signifikan. Sentimen positif datang dari pasar global setelah muncul kabar kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang turut memicu penurunan harga minyak mentah dunia.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup naik 247,31 poin atau 4,12 persen ke level 6.254,97. Sementara indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan menguat 27,23 persen ke posisi 624,68.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengatakan optimisme pasar dipicu oleh rencana penandatanganan kesepakatan damai AS dan Iran yang dijadwalkan berlangsung di Swiss pada 19 Juni 2026.

Menurutnya, kabar tersebut memberikan harapan baru terhadap stabilitas pasokan energi global, terutama setelah adanya rencana pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz yang selama beberapa bulan menjadi pusat perhatian pasar dunia.

“Kesepakatan damai Amerika Serikat dengan Iran dan koreksi harga minyak mendorong penguatan signifikan IHSG,” ujar Ratna dalam kajiannya.

Meredanya ketegangan geopolitik membuat harga minyak mentah dunia terkoreksi lebih dari 4 persen. Harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) turun ke kisaran 80 dolar AS per barel, sedangkan Brent berada di sekitar 83 dolar AS per barel.

Penurunan harga energi tersebut dinilai menjadi kabar baik bagi Indonesia yang masih bergantung pada impor minyak. Harga minyak yang lebih rendah berpotensi mengurangi tekanan inflasi sekaligus membantu menjaga keseimbangan fiskal pemerintah.

“Pelemahan harga minyak mentah dunia menjadi faktor positif karena meredakan tekanan inflasi dan potensi pelebaran defisit APBN,” kata Ratna.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak stabil di zona hijau. Setelah dibuka menguat pada sesi pertama, indeks terus mempertahankan momentum hingga penutupan sesi kedua.

Dari sisi sektoral, hampir seluruh sektor mencatatkan kenaikan. Sektor bahan baku menjadi pemimpin penguatan dengan kenaikan 7,28 persen. Posisi berikutnya ditempati sektor industri yang naik 4,63 persen dan sektor keuangan sebesar 3,70 persen.

Di jajaran saham, TRON, BAJA, GPSO, BUKK, dan ATAP menjadi emiten dengan kenaikan harga tertinggi. Sebaliknya, ABDA, BCIC, ASPR, TMPO, dan DFAM masuk daftar saham yang mengalami koreksi terdalam.

Aktivitas perdagangan juga menunjukkan peningkatan. Frekuensi transaksi mencapai 3,25 juta kali dengan volume perdagangan 54,61 miliar lembar saham dan nilai transaksi mencapai Rp30,14 triliun.

Secara keseluruhan, sebanyak 603 saham ditutup menguat, 125 saham melemah, dan 90 saham bergerak stagnan.

Sentimen positif juga terlihat di sejumlah bursa Asia. Indeks Nikkei melonjak 5,33 persen ke level 69.537,00, sementara indeks Shanghai menguat 1,61 persen ke posisi 4.096,47. Di sisi lain, indeks Hang Seng turun 0,50 persen dan Strait Times terkoreksi 1,02 persen.

Untuk perdagangan berikutnya pada Rabu (17/6/2026), Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang 6.150 hingga 6.400. Pergerakan pasar masih akan dipengaruhi perkembangan implementasi kesepakatan AS-Iran serta arah harga minyak dunia dalam beberapa hari ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |