CNN Indonesia
Rabu, 02 Apr 2025 19:00 WIB

Jakarta, CNN Indonesia --
Kelompok bersenjata Houthi Yaman mengaku telah menyerang kapal induk milik Amerika Serikat (AS) USS Harry Truman dan kapal perang pengawalnya yang saat ini berada di Laut Merah Utara.
Juru bicara Houthi, Yahya Saree mengatakan serangan tersebut merupakan respons terhadap agresi AS di bawah Donald Trump di Yaman. Dia bilang serangan itu sekaligus menjadi yang ketiga dalam 24 jam terakhir, menggunakan rudal dan pesawat nirawak.
"Operasi angkatan bersenjata akan terus berlanjut melawan musuh bernama Amerika dengan menargetkan kapal perangnya di wilayah operasi perang," kata Saree mengutip Anadolu, Rabu (2/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain AS, ia menambahkan operasi militer Houthi terhadap Israel, termasuk melarang kapal-kapal Israel berlayar di Laut Merah tidak akan berhenti hingga teroris Israel berhenti melakukan aksi genosida di Gaza Palestina.
Hingga berita ini diturunkan, Angkatan Darat AS atau Pentagon belum mengomentari pernyataan Houthi.
Sebelumnya, Houthi mengungkapkan ada tiga orang tewas dalam serangan udara AS terbaru yang menggempur provinsi Al-Hudaydah, Yaman barat.
"Serangan udara Amerika menargetkan proyek air dan gedung otoritas air di distrik Al-Mansuriyah di provinsi Al-Hudaydah," ungkapnya.
Menurut data dari Kementerian Kesehatan di bawah Houthi, serangan udara AS ke Yaman secara keseluruhan telah merenggut nyawa 62 warga sipil dan melukai 149 lainnya, termasuk wanita dan anak-anak.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada 15 Maret lalu ia telah menginstruksikan 'aksi militer yang tegas dan kuat' terhadap Houthi. Dia juga mengancam akan memusnahkan pasukan Houthi.
Kelompok Houthi telah menargetkan kapal-kapal yang melewati Laut Merah dan Laut Arab, Selat Bab al-Mandab, dan Teluk Aden sejak November 2023 sebagai bentuk solidaritas dengan warga Palestina di Jalur Gaza. Houthi mengecam negara teroris Israel yang telah menewaskan lebih dari 50.400 orang.
Houthi sempat menghentikan serangan saat gencatan senjata Gaza dideklarasikan pada Januari antara Israel dan Hamas. Tapi Houthi kembali melanjutkan serangan sebagai tanggapan Israel yang memblokir semua bantuan ke Gaza sejak 2 Maret.
(thr/dal)