Sejumlah warga membuat jalur keluar masuk wisatawan di kawasan wisata Air Terjun Sri Getuk, Kalurahan Bleberan, Kapanewon, Playen, belum lama ini. - Istimewa/Dokumen Desa Wisata Bleberan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul mengintensifkan koordinasi lintas sektor untuk memastikan kelancaran dan keamanan kegiatan wisata selama libur Lebaran.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Nanang Putranto, mengatakan koordinasi dilakukan dengan sejumlah instansi guna mendukung kelancaran aktivitas wisata sekaligus mengantisipasi potensi gangguan selama masa liburan.
Menurut Nanang, pengaturan arus lalu lintas menuju kawasan wisata telah dikoordinasikan dengan Polres Gunungkidul serta Dinas Perhubungan Gunungkidul.
Selain itu, pemerintah daerah juga menjalin koordinasi dengan BPBD Gunungkidul dan Satlinmas Rescue Istimewa untuk memantau potensi kebencanaan, terutama di kawasan wisata alam.
“Prakiraannya cuaca normal, tapi tetap harus ada antisipasi untuk menghindari hal-hal tak diinginkan,” kata Nanang, Rabu (11/3/2026).
Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem
Selain dengan instansi pemerintah, koordinasi juga dilakukan bersama kelompok sadar wisata (pokdarwis) serta para pelaku usaha wisata.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah potensi cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi keamanan wisata, khususnya di destinasi wisata air.
“Cuaca ekstrem harus tetap diwaspadai,” ujarnya.
Nanang menambahkan para pengelola destinasi telah menyatakan kesiapan untuk menerapkan standar operasional prosedur (SOP) guna menjaga keselamatan pengunjung.
Jika terjadi hujan deras atau potensi banjir, sejumlah wahana wisata air akan dihentikan sementara hingga kondisi dinyatakan aman.
Destinasi yang berpotensi ditutup sementara antara lain Goa Pindul di Kalurahan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo; Air Terjun Sri Getuk di Kalurahan Bleberan, Kapanewon Playen; serta **Cave Tubing Kalisuci> di Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu.
“Keselamatan pengunjung merupakan hal utama. Jadi, kalau kondisinya berbahaya maka wahana harus ditutup sementara hingga benar-benar aman,” katanya.
Polisi Siapkan Operasi Ketupat Progo
Sementara itu, Priya Tri Handaya, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Gunungkidul, mengatakan pengamanan selama libur Lebaran akan dilakukan melalui Operasi Ketupat Progo yang digelar pada 13–25 Maret 2026.
Dalam operasi tersebut, ratusan personel akan diterjunkan serta sejumlah pos pengamanan (pos pam) dan pos pelayanan (posyan) disiapkan di berbagai titik strategis.
Pos pengamanan akan ditempatkan di sejumlah lokasi, antara lain:
- Ruas Jalan Jogja–Wonosari Road di kawasan Hargodumilah, Kapanewon Patuk
- Terminal Dhaksinarga, Kapanewon Wonosari
- Jalur Jalur Jalan Lintas Selatan di Pasar Trowono, Karangasem, Paliyan
- Rest Area JJLS di Kalurahan Nglindur, Kapanewon Girisubo
Sementara di kawasan wisata, pos pengamanan akan dibangun di Pantai Baron di Kalurahan Kemadang dan Pantai Drini di Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari.
Selain itu, satu pos pelayanan akan didirikan di Bundaran Tugu Tobong di Kalurahan Logandeng, Kapanewon Playen.
“Jadi ada enam pos pam dan satu posyan yang dioperasikan selama libur Lebaran,” kata Priya.
Ia menambahkan kepolisian juga menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan secara situasional apabila terjadi peningkatan volume kendaraan di sejumlah titik rawan kemacetan.
“Tentu ada skema rekayasa yang kami persiapkan, manakala terjadi kepadatan akibat eskalasi arus lalu lintas di titik-titik yang telah ditentukan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


















































