Googlebook Resmi Meluncur, Era Chromebook Mulai Bergeser

5 hours ago 6

Jumali

Jumali Jum'at, 15 Mei 2026 11:17 WIB

Googlebook Resmi Meluncur, Era Chromebook Mulai Bergeser

Membersihkan laptop - Ilustrasi/Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Google resmi membuka babak baru dunia laptop dengan memperkenalkan Googlebook, perangkat komputasi berbasis kecerdasan buatan yang diproyeksikan menjadi penerus era Chromebook. Pengumuman ini langsung menyita perhatian industri teknologi global karena Googlebook bukan sekadar laptop biasa, melainkan perangkat yang dirancang khusus untuk sistem AI Gemini.

Bagi pengguna yang selama ini terbiasa memakai Chromebook untuk kebutuhan cloud dan internet, Googlebook disebut akan membawa pengalaman komputasi yang jauh lebih personal, proaktif, dan cerdas. Jika Chromebook dahulu identik dengan browser dan aplikasi online, Googlebook kini mencoba mengubah laptop menjadi “asisten pintar” yang memahami aktivitas pengguna secara langsung.

Pengumuman tersebut disampaikan Google dalam acara The Android Show: I/O Edition pada Selasa (12/5/2026). Senior Director Laptop dan Tablet Google, Alex Kuscher, menyebut Googlebook lahir sebagai jawaban atas perubahan besar dunia komputasi dari era sistem operasi menuju era sistem kecerdasan buatan.

Googlebook menggabungkan Android dan ChromeOS menjadi satu platform baru yang dibangun khusus untuk Gemini Intelligence. Artinya, pengguna dapat menjalankan aplikasi Android secara native langsung dari Google Play Store tanpa emulasi tambahan. Google juga mengklaim perangkat ini mampu mengakses sejumlah aplikasi Windows sehingga posisinya diproyeksikan menjadi penantang serius laptop Windows Copilot+ maupun lini MacBook terbaru.

Salah satu fitur paling mencolok adalah hadirnya Magic Pointer. Google menghapus konsep kursor biasa dan menggantinya dengan sistem pointer berbasis AI hasil pengembangan bersama tim Google DeepMind.

Lewat fitur ini, pengguna cukup menggoyangkan kursor untuk memanggil Gemini AI secara otomatis. Sistem akan membaca konten layar dan memberikan saran kontekstual secara real-time. Misalnya, ketika pengguna mengarahkan pointer ke tanggal di email, Gemini langsung menawarkan opsi membuat jadwal rapat, mencari lokasi, hingga menyusun balasan otomatis.

Google juga memperlihatkan kemampuan multimodal Magic Pointer yang mampu menggabungkan dua gambar berbeda menjadi satu visualisasi baru. Contohnya, pengguna dapat membandingkan foto ruang tamu dengan gambar sofa baru untuk melihat simulasi penempatan furnitur tanpa perlu membuka aplikasi desain tambahan.

Tak hanya itu, Googlebook juga membawa fitur Create Your Widget. Melalui perintah teks sederhana, Gemini AI dapat membuat widget personal berisi jadwal perjalanan, reservasi hotel, agenda kalender, hingga rekomendasi restoran secara otomatis dalam satu tampilan desktop.

Fitur lain yang diprediksi menarik perhatian pengguna Android di Indonesia adalah Cast My Apps. Teknologi ini memungkinkan aplikasi di smartphone Android dijalankan langsung di layar Googlebook tanpa perlu instal ulang. File dari ponsel juga dapat diakses langsung melalui sistem Quick Access tanpa proses transfer manual.

Googlebook turut hadir dengan identitas desain baru bernama Glowbar, yakni lampu RGB berwarna khas Google yang terletak di bagian atas bodi laptop. Elemen ini akan menyala saat perangkat aktif dan menjadi ciri visual utama generasi laptop AI milik Google.

Meski belum mengungkap spesifikasi lengkap seperti prosesor, RAM, maupun harga resmi, Google memastikan lima produsen besar sudah siap memproduksi perangkat ini, yakni Acer, ASUS, Dell, HP, dan Lenovo. Googlebook dijadwalkan meluncur pada musim gugur 2026.

Chromebook sendiri dipastikan belum akan dihentikan sepenuhnya karena Google tetap memberikan dukungan hingga 10 tahun untuk perangkat yang sudah beredar, khususnya di sektor pendidikan. Namun kehadiran Googlebook memperlihatkan arah baru Google: dari cloud-first menuju AI-first.

Bagi pengguna laptop di Indonesia, perubahan ini bisa menjadi awal transformasi besar cara bekerja sehari-hari. Laptop masa depan tampaknya bukan lagi sekadar alat mengetik dan browsing, melainkan perangkat yang mampu memahami kebutuhan pengguna bahkan sebelum diminta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |