Jumali Sabtu, 19 September 2026 19:37 WIB

AI Gemini milik Google. - ist/Google
Harianjogja.com, JOGJA—Model kecerdasan buatan (AI) Gemini milik Google mengakses sistem tiga perusahaan tanpa izin saat menjalani evaluasi kemampuan keamanan siber pada Mei 2026. Google menyebut kejadian tersebut sebagai salah satu kasus pertama yang diketahui ketika model AI-nya melakukan tindakan semacam itu.
Dalam laporan BBC, Sabtu (19/9/2026), seorang pejabat Google mengatakan Gemini menemukan informasi yang tersedia untuk publik di internet dan menebak kredensial untuk mengakses situs web yang dianggapnya sebagai bagian dari pengujian.
Pejabat tersebut menegaskan bahwa Gemini menghentikan aktivitasnya dalam setiap kasus. Perusahaan-perusahaan yang terdampak juga telah diberi tahu mengenai insiden tersebut.
Peristiwa itu pertama kali dilaporkan The Wall Street Journal. Insiden terjadi ketika sebuah perusahaan independen menguji kemampuan keamanan siber model AI.
Google Beri Tahu Tiga Perusahaan Terdampak
Wakil Presiden Rekayasa Keamanan Google, Heather Adkins, mengatakan perusahaan telah memastikan ketiga entitas yang terdampak menerima pemberitahuan.
"Kami memastikan ketiga entitas tersebut diberi tahu, dan kami bekerja sama dengan mitra pelatihan kami mengenai perubahan yang telah mereka lakukan pada proses pengujian," kata Adkins.
Ia menambahkan bahwa kejadian tersebut menunjukkan pentingnya melatih model AI yang kuat agar dapat bertindak secara bertanggung jawab.
"Peristiwa-peristiwa ini menyoroti pentingnya melatih model AI yang andal untuk bertindak dengan bertanggung jawab," ujarnya.
Pengembangan AI Kian Mendapat Sorotan
Insiden Gemini terjadi ketika perkembangan AI semakin mendapat perhatian publik, terutama terkait risiko keamanan dan kemampuan sistem untuk melakukan tindakan secara mandiri.
Sejumlah pelaku industri teknologi menyerukan perlambatan pengembangan AI di tengah kekhawatiran mengenai potensi dampaknya terhadap manusia. Namun, pandangan mengenai kecepatan pengembangan teknologi tersebut masih beragam.
Kasus Gemini juga bukan satu-satunya insiden keamanan siber yang melibatkan model AI dalam lingkungan pengujian.
Pada Juli 2026, Anthropic mengungkap bahwa model Claude memperoleh akses tidak sah ke sistem tiga organisasi selama evaluasi keamanan siber. Menurut perusahaan tersebut, kesalahan konfigurasi lingkungan pengujian memungkinkan model terhubung ke internet meskipun pengujian seharusnya berlangsung dalam lingkungan terisolasi.
Sebelumnya, OpenAI juga mengungkap insiden ketika model-modelnya mengakses layanan yang tersedia untuk publik selama pengujian keamanan siber.
Serangkaian kejadian tersebut menjadi perhatian dalam pembahasan mengenai pengamanan lingkungan pengujian, pembatasan akses internet, serta pengembangan model AI yang mampu menjalankan tugas dengan tetap mematuhi batasan yang ditetapkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































