Desa Prima Bantul Dorong Perempuan Mandiri dan Terlibat dalam Pengambilan Keputusan

2 hours ago 3

Desa Prima Bantul Dorong Perempuan Mandiri dan Terlibat dalam Pengambilan Keputusan

Kantor Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. (ANTARA/Hery Sidik)

Harianjogja.com, BANTUL— Pemberdayaan perempuan di Kabupaten Bantul tak hanya diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi. Melalui program Desa Prima, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul juga mendorong perempuan agar lebih aktif dalam kehidupan sosial, berperan di lingkungan pemerintahan tingkat kalurahan, serta terlibat dalam pengambilan keputusan.

Kepala Bidang Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan DP3AP2KB Bantul, Tatık Windari, mengatakan Desa Prima menjadi salah satu sarana untuk mendekatkan program pemberdayaan pemerintah kepada perempuan hingga tingkat paling bawah.

“Prinsipnya Desa Prima ini memberdayakan perempuan yang ada di desa supaya berdaya, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga bagaimana mereka eksis sebagai perempuan dan ikut berperan dalam pemerintahan di level bawah serta pengambilan keputusan,” kata Tatık, Sabtu (19/9/2026).

Menurut Tatık, saat ini terdapat sekitar 46 Desa Prima di Bantul. Program tersebut dikembangkan dengan bersinergi bersama Desa Budaya yang diinisiasi Pemerintah Daerah DIY.

Kalurahan yang telah masuk dalam rintisan Desa Budaya dapat dikembangkan menjadi Desa Prima. Melalui pengembangan tersebut, pemberdayaan perempuan diharapkan berjalan beriringan dengan potensi yang dimiliki masing-masing wilayah.

Kegiatan Disesuaikan dengan Potensi Kalurahan

Aktivitas kelompok Desa Prima tidak dibuat seragam. Jenis kegiatan disesuaikan dengan potensi dan sumber daya di wilayah masing-masing sehingga kelompok dapat mengembangkan usaha atau aktivitas yang sesuai dengan kondisi setempat.

Sejumlah kelompok, misalnya, mengembangkan produk olahan makanan lokal dan kerajinan. Ada pula kelompok yang menjalankan kegiatan pemilahan sampah.

“Karena disesuaikan dengan potensi desa masing-masing. Ada yang olahan makanan lokal, kemudian kerajinan, pemilah sampah, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Pengembangan kegiatan berdasarkan potensi wilayah tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan program Desa Prima di Bantul. Dengan pendekatan itu, setiap kelompok dapat memiliki kegiatan yang berbeda sesuai karakteristik kalurahannya.

Ada Pendampingan Pengelolaan hingga Pemasaran

Dalam pelaksanaannya, kelompok Desa Prima juga memperoleh pendampingan dari pemerintah provinsi. Untuk wilayah Bantul, terdapat tiga pendamping yang bertugas mendampingi kelompok-kelompok tersebut.

Pendampingan itu meliputi sejumlah aspek pengelolaan kegiatan. Di antaranya penguatan pengelolaan kelompok, penataan manajemen keuangan, serta pemasaran produk yang dikembangkan.

Pendamping juga membantu menghubungkan kelompok Desa Prima dengan organisasi perangkat daerah (OPD) lain apabila terdapat program pelatihan yang dibutuhkan. Dengan demikian, kebutuhan kelompok dapat disampaikan kepada perangkat daerah terkait untuk mendukung kegiatan pemberdayaan.

Perempuan Didorong Berdaya di Keluarga dan Masyarakat

Tatık mengatakan pemberdayaan perempuan penting karena sejumlah persoalan yang dialami perempuan dapat berkaitan dengan kondisi ketidakberdayaan. Karena itu, Desa Prima diarahkan untuk mendorong perempuan memiliki kapasitas dan kemandirian.

Upaya tersebut diharapkan mendukung perempuan agar dapat mengambil peran lebih besar, baik dalam keluarga maupun lingkungan sosialnya. Pemberdayaan tidak hanya berkaitan dengan aktivitas ekonomi, tetapi juga kesempatan untuk berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat dan pengambilan keputusan.

“Dengan Desa Prima ini kami mencoba membuat perempuan itu berdaya sesuai kodratnya dan bisa menjadi partner yang baik, partner yang seimbang dari kepala keluarga,” pungkasnya.

Melalui program tersebut, Pemkab Bantul mendorong pemberdayaan perempuan di tingkat kalurahan dengan kegiatan yang menyesuaikan potensi setempat, didukung pendampingan pengelolaan dan pemasaran, serta diarahkan untuk memperkuat peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |