Drama Rp399 M Amorim dan Kebangkitan Cepat Manchester United

3 hours ago 3

Jumali

Jumali Kamis, 28 Mei 2026 20:07 WIB

Drama Rp399 M Amorim dan Kebangkitan Cepat Manchester United

Stadion Old Trafford./JIBI


Harianjogja.com, JOGJA—Kebangkitan Manchester United terjadi setelah klub mengambil keputusan besar dengan memecat Ruben Amorim pada Januari lalu, meski harus membayar kompensasi mencapai Rp399,5 miliar. Pergantian ini kemudian membuka jalan bagi perubahan performa signifikan di sisa musim Liga Inggris.

Setelah Amorim hengkang, manajemen menunjuk Michael Carrick sebagai pelatih interim sebelum akhirnya dikonfirmasi sebagai pelatih permanen. Di bawah arahannya, Manchester United berhasil menutup musim di peringkat ketiga klasemen dan kembali mengamankan tiket Liga Champions.

Langkah tersebut menjadi sorotan karena terjadi di tengah tekanan performa tim yang sempat tidak stabil pada era sebelumnya. Meski begitu, perubahan pendekatan langsung terlihat dalam beberapa laga awal yang memberikan momentum positif bagi skuad.

Laporan keuangan klub mengungkap bahwa pemecatan Amorim menghabiskan dana kompensasi sebesar £16,7 juta atau sekitar Rp399,5 miliar. Namun di sisi lain, klub mencatat peningkatan kinerja finansial dengan laba operasional mencapai £37,7 juta untuk periode sembilan bulan hingga Maret 2026.

Pada musim sebelumnya, Amorim sempat membawa United ke final Liga Europa, tetapi gagal juara dan hanya finis di posisi ke-15 Premier League—hasil yang memicu kritik tajam terhadap gaya kepelatihannya. Formasi tiga bek yang ia terapkan dinilai tidak berjalan efektif dengan komposisi pemain yang ada.

Kehadiran Carrick membawa perubahan signifikan dalam suasana ruang ganti. Pendekatan personal melalui komunikasi langsung dengan pemain membuat atmosfer tim lebih stabil dan terarah. Ia juga mengembalikan peran beberapa pemain kunci seperti Bruno Fernandes sebagai pengatur serangan utama.

Nama lain seperti Kobbie Mainoo, Mason Mount, Noussair Mazraoui, hingga Patrick Dorgu turut mendapat peran lebih fleksibel dalam sistem permainan yang lebih sederhana dan stabil.

Dari sisi taktik, Carrick kembali menggunakan formasi empat bek dan menekankan keseimbangan antara lini tengah dan serangan. Pendekatan ini membuat selisih gol Manchester United membaik secara signifikan hingga mencatat angka positif di akhir musim.

Selain perubahan di lapangan, Carrick juga menekankan aspek historis klub dengan memperkenalkan kembali nilai-nilai penting Manchester United, termasuk sesi video terkait Tragedi Munich 1958 untuk memperkuat identitas tim.

Meski kondisi finansial klub masih mencatatkan kerugian bersih £11,8 juta dan utang meningkat menjadi £295,7 juta, peningkatan pendapatan operasional menunjukkan adanya perbaikan struktur keuangan secara bertahap.

Kini, fokus Manchester United beralih pada persiapan musim berikutnya. Carrick menegaskan bahwa target klub bukan hanya kembali ke Liga Champions, tetapi juga bersaing dalam perebutan gelar juara di kompetisi domestik dan Eropa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |