Doa tolak bala dan bencana, lengkap Arab latin dan artinya

4 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Bencana seperti banjir, gempa bumi, kebakaran, hingga tanah longsor dapat terjadi tanpa mengenal waktu. Selain melakukan berbagai upaya pencegahan dan menjaga keselamatan, umat Islam dianjurkan untuk memanjatkan doa sebagai bentuk memohon perlindungan kepada Allah SWT.

Salah satu doa yang dapat diamalkan untuk memohon perlindungan dari berbagai musibah dan bencana adalah doa yang diajarkan Rasulullah SAW. Doa tersebut memohon agar seseorang dijauhkan dari reruntuhan, jatuh dari tempat tinggi, tenggelam, kebakaran, hingga kematian akibat sengatan binatang.

Berikut bacaan doa terhindar dari bala dan bencana lengkap dengan tulisan Arab, latin, dan artinya.

Baca juga: Doa setelah akad nikah: Bacaan, arti, dan maknanya dalam Islam

Bacaan doa terhindar dari bencana

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَدْمِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّيْ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْغَرَقِ وَالْحَرِيْقِ وَأَعُوْذُ بِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ وَأَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَمُوْتَ فِيْ سَبِيْلِكَ مُدْبِرًا وَأَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَمُوْتَ لَدِيْغًا

Allâhumma innî a'ûdzu bika minal hadmi, wa a'ûdzu bika minat taraddî, wa a'ûdzu bika minal gharqi wal harîqi, wa a'ûdzu bika an yatakhabbathanîsy syaithânu 'indal mauti, wa a'ûdzu bika an amûta fî sabîlika mudbiran, wa a'ûdzu bika an amûta ladîghan.

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tertimpa reruntuhan. Aku berlindung kepada-Mu dari jatuh dari tempat yang tinggi. Aku berlindung kepada-Mu dari tenggelam dan kebakaran. Aku berlindung kepada-Mu dari bujuk rayu setan ketika (menjelang) kematian. Aku berlindung kepada-Mu dari mati di jalan-Mu dalam keadaan melarikan diri. Dan aku berlindung kepada-Mu dari mati karena sengatan binatang.”

Doa tersebut memuat permohonan perlindungan dari sejumlah keadaan yang dapat membahayakan keselamatan manusia. Doa tersebut bersumber dari riwayat yang dinisbatkan kepada Rasulullah SAW dan dicantumkan dalam Sunan an-Nasa'i.

Selain doa tersebut, terdapat pula doa Rasulullah SAW yang secara khusus memohon perlindungan dari berbagai penyakit. Dalam riwayat Abu Dawud, Rasulullah SAW membaca:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ، وَالْجُنُونِ، وَالْجُذَامِ، وَسَيِّئِ الْأَسْقَامِ

Allāhumma innī a‘ūdzu bika minal barashi, wal junūni, wal judzāmi, wa sayyi’il asqāmi.

Artinya, “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari penyakit lepra, gila, kusta, dan penyakit-penyakit buruk.” Doa ini diriwayatkan dari Anas bin Malik dan tercantum dalam riwayat Abu Dawud.

Baca juga: Doa qunut Subuh: Ketahui kesalahan yang sering dilakukan dan solusinya

Doa sebagai ikhtiar batin

Membaca doa merupakan salah satu bentuk ikhtiar batin seorang Muslim dalam memohon perlindungan kepada Allah SWT. Namun, doa tidak menggantikan ikhtiar lahiriah untuk mengurangi risiko bencana.

Upaya seperti mengikuti informasi peringatan dini, mengetahui jalur evakuasi, mematuhi arahan petugas, serta menjaga lingkungan tetap penting dilakukan ketika menghadapi potensi bencana.

Dengan demikian, membaca doa dapat dilakukan bersamaan dengan berbagai langkah keselamatan. Permohonan perlindungan kepada Allah SWT menjadi bagian dari ikhtiar seorang Muslim, sementara upaya pencegahan dan tindakan keselamatan tetap harus dilakukan sesuai kondisi yang dihadapi.

Baca juga: Kalteng perkuat ikhtiar hadapi kemarau melalui shalat istisqa dan doa

Baca juga: Doa untuk keselamatan jurnalis hilang kontak di Selat Sunda

Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |